Pemerintah Jokowi Percepat Pembangunan Infrastruktur Banten

Pemerintah Jokowi Percepat Pembangunan Infrastruktur Banten
Pembangunan Tol BORR. ©2017 merdeka.com/arie basuki
UANG | 18 Februari 2021 20:00 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah Provinsi Banten. Pemerintah akan mengembangkan konektivitas tol Serang–Panimbang, jalan akses menuju kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung, dan tol Serpong-Balaraja. Fokus utama pengembangan wilayah di Provinsi Banten yang dimaksud mencakup lima hal.

Pertama, pengembangan konektivitas jalan tol Serang-Panimbang. Pembangunan Tol Serang-Panimbang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas Banten Selatan dan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

"KEK Tanjung Lesung tidak akan berjalan kalau kita tidak perbaiki fasilitas dan aksesibilitas menuju ke sana," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan persnya, Jakarta, Kami (18/2).

Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan, tol yang berada di koridor tengah ekonomi Banten ini akan dibangun sepanjang kurang lebih 83,6 kilometer dan melewati kurang lebih 50 desa/kelurahan. Fokusnya pun akan bergerak pada sektor industri manufaktur, perdagangan, logistik, pemukiman, dan jasa.

"Sejauh ini, pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sudah mencapai 89,23 persen dan fisik 29,45 persen," kata Wahidin.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian mengatakan, pembangunan tol tersebut dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama diharapkan selesai pada tahun 2021 dengan panjang jalan 26,5 kilometer, sedangkan sesi 2 dan 3 ditargetkan rampung pada tahun 2023.

Kedua, pengembangan kawasan industri terintegrasi Wilmar. Nantinya, kawasan industri ini akan mampu menyediakan gas hingga 20 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dan listrik hingga 500 megawatt (MW) bagi tenant. Lahan seluas 800 hektar yang rencananya akan digunakan sebagai kawasan industri pun telah disiapkan.

Ketiga, pengembangan KEK Tanjung Lesung dengan luas area 1.500 hektare. Kawasan ini memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari keindahan pantai, pemandangan langsung ke Gunung Krakatau, keberagaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya.

Satu hal yang menjadi perhatian, karena letaknya yang dekat dari Ibukota Jakarta yaitu 170 kilometer atau sekitar 2,5-3 jam perjalananan darat. Lokasi ini akan mampu menarik banyak wisatawan domestik maupun internasional. Dengan banyaknya fasilitas yang ditawarkan, lokasi ini diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 85.000 orang hingga tahun 2025.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami