Pemerintah Jokowi Sudah Tarik Utang Rp328 Triliun Hingga Maret 2021

Pemerintah Jokowi Sudah Tarik Utang Rp328 Triliun Hingga Maret 2021
Menkeu Sri Mulyani. ©Setpres RI
UANG | 22 April 2021 17:33 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mencatat, pemerintah sudah menarik utang sebesar Rp328,5 triliun sampai 31 Maret 2021. Angka tersebut sudah mencapai 27,9 persen dari target Rp1.177,4 triliun.

Dia mengatakan, pembiayaan utang yang mencapai Rp328,5 triliun ini terdiri dari penerbitan SBN sebesar Rp337,2 triliun dan pinjaman yang mencapai Rp8,7 triliun.

"Sampai tahun 2021 Maret, kita sudah merealisasikan Rp328,5 triliun pembiayaan utang kita," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (22/4).

Sementara, untuk pembiayaan investasi sudah mencapai Rp5,6 triliun atau 3,0 persen dari target Rp184,5 triliun. Sementara untuk pemberian pinjaman, kewajiban penjaminan, dan pembiayaan lainnya masih nihil.

Dengan begitu, total pembiayaan anggaran sampai 31 Maret 2021 mencapai Rp323,0 triliun dari target pembiayaan mencapai Rp1.006,4 triliun.

"Pembiayaan urang hingga saat ini mencapai 63,9 persen dari target semester I, atau sudah 27,9 persen dari target APBN," ujarnya.

Adapun pembiayaan utang untuk menopang kebutuhan non utang termasuk untuk investasi dan untuk menambal defisit, juga untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha. "Apakah defisit ini produktif dan untuk mendukung dunia usaha pulih kembali," tambahnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah Jokowi Serap Rp7,36 Triliun dari Lelang 6 Sukuk Negara
Rizal Ramli Sebut Sri Mulyani Sebagai SPG IMF-Bank Dunia, Kemenkeu Buka Suara
Bayar Utang, Hutama Karya Bakal Jual 3 Ruas Tol
Fakta Utang Asing RI Tembus Rp6.165 T, Termasuk Peringkat Indonesia di Dunia
Akhir Februari 2021, Utang Luar Negeri Indonesia Naik Menjadi Rp6.165 Triliun
Ekspansi Usaha, Adhi Commuter Properti akan Terbitkan Surat Utang Rp500 Miliar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami