Pemerintah Jokowi Tarik Utang Rp 366,7 Triliun Sepanjang 2018

UANG | 2 Januari 2019 21:15 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan melalui utang pada 2018 sebesar Rp 366,7 triliun atau 91,8 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam APBN, pemerintah menargetkan pembiayaan melalui utang sebesar Rp 399,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, utang tersebut berasal dari SBN (financial deepening) sebesar Rp 358,4 atau 86,5 persen dari target Rp 414,5 triliun. Kemudian pinjaman, realisasi sementara Rp 8,3 triliun atau sekitar 54 persen dari target APBN sebesar Rp 15,3 triliun.

"Penerbitan SBN mengalami penurunan 18,9 persen. Ini adalah suatu bukti kita terus menjaga APBN," kata Sri Mulyani, saat memberi keterangan pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (2/1).

Secara keseluruhan, realisasi pembiayaan baik utang atau sumber lainnya pada tahun 2018 mencapai Rp 300,4 triliun. Realisasi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi pembiayaan tahun 2017 yang sebesar Rp 366,6 triliun.

Penurunan realisasi pembiayaan tersebut diiringi dengan penurunan realisasi pembiayaan utang neto. Kebijakan ini ditempuh dalam rangka menjaga ketahanan ekonomi dan fiskal serta efisiensi APBN di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian gIobal dan tren peningkatan suku bunga serta penguatan USD. (mdk/idr)

Baca juga:
BNPB Keluhkan Turunnya Anggaran di 2019, Ini Jawaban Sri Mulyani
Sri Mulyani Semringah Inflasi 2018 Lebih Rendah Dari Target APBN 2018
Belanja Subsidi Membengkak Hingga Rp 216,8 Triliun Selama 2018
Sri Mulyani: Pendapatan Pajak 2018 Tembus Rp 1.315 Triliun
Sri Mulyani: Pertama Kali, Belanja Negara Hampir 100 Persen dari APBN
Pertumbuhan Ekonomi dan Kurs Rupiah Meleset Dari Target APBN 2018

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.