Pemerintah Kaji Naikkan Tarif Angkutan Umum Selama Masa Kenormalan Baru

Pemerintah Kaji Naikkan Tarif Angkutan Umum Selama Masa Kenormalan Baru
UANG | 27 Mei 2020 20:38 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan akan mengakaji pentarifan angkutan darat serta penerapan sistem non tunai (cashless) menghadapi tatanan kenormalan baru atau new normal. Penyesuaian tarif dilakukan untuk mengimbangi kapasitas kendaraan yang wajib kurangi 50 persen.

"Untuk menyesuaikan kondisi 'new normal' di industri angkutan mungkin 'load factor' (tingkat keterisian) 50 persen, konsekuensi cara berhitung tarif juga kita terapkan," kata Direktur Sarana Transportasi Jalan, Sigit Irfansyah, dalam diskusi virtual yang bertajuk 'Arus Balik Mudik Lebaran di Masa Pandemik Covid-19' seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (27/5).

Dia menambahkan nantinya ketentuan penghitungan tarif akan terbit dalam bentuk regulasi baru. "Tarif coba kita hitung ulang, pasti akan kita sesuaikan akan ada regulasi baru," katanya.

Selain itu, Sigit juga mendorong penerapan sistem nontunai agar proses transaksi yang nirsentuh antara pelanggan dan operator untuk mengurangi potensi kontak. "Kita dorong untuk mempercepat dengan ‘cashless’. Ke depan kondsi ini mempercepat proses. Kalau tol berhasil ya AKAP (Antarkota Antarprovinsi) juga. Pelayaanan juga tidak ada kontak fisik, bisa menggunakan aplikasi tertentu," katanya.

Baca Selanjutnya: Perlu Skenario Antisipasi Penumpukan Penumpang...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami