Pemerintah Kembangkan Teknologi Toilet Ramah Lingkungan di Lokasi Wisata

Pemerintah Kembangkan Teknologi Toilet Ramah Lingkungan di Lokasi Wisata
UANG | 12 Juli 2020 17:44 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Dalam mendukung ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi yang bersih dan layak di kawasan pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengembangkan teknologi toilet wisata dengan dilengkapi sistem pengolahan air limbah yang ramah lingkungan.

Prototype teknologi ini telah diterapkan Kementerian PUPR di beberapa destinasi wisata di Indonesia seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas Danau Toba Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018 dan KSPN Morotai Provinsi Maluku Utara pada 2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dukungan inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur untuk menjadi lebih baik, cepat, dan lebih murah. Bahkan beberapa survei menyebutkan keberadaan toilet publik yang bersih dan layak turut mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan.

“Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang," kata Basuki di Jakarta, Minggu (12/7).

Dalam pengolahan air limbah toilet wisata menerapkan teknologi biotour yang merupakan pengembangan rangkaian teknologi biofil, dimana air limbah diproses menggunakan sistem anaerobik dalam bak penampungan berkapasitas sekitar 5.000 liter. Biofilter mengolah air limbah dari closet, wastafel, dan urinoir toilet yang selanjutnya dialirkan ke empat kolam sanitasi dilengkapi dengan batu koral dan ditanami tanaman air berbeda jenis seperti kana air, bambu air, papyrus serta melati air.

"Tanaman air tersebut berfungsi menetralisir sisa limbah dan patogen-patogen yang dapat membahayakan kesehatan. Sehingga air yang akan dibuang ke badan air telah memenuhi standar baku mutu air limbah domestik," jelasnya.

Keunggulan teknologi toilet wisata ini diantaranya adalah meningkatkan kualitas sanitasi di kawasan pariwisata, mempermudah akses wisatawan terhadap prasarana sanitasi, dan meningkatkan kesan estetis pada Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Baca Selanjutnya: Selain toilet wisata di KSPN...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami