Pemerintah Lakukan Tes Acak GeNose di Tanjung Priok Akhir Pekan Ini

Pemerintah Lakukan Tes Acak GeNose di Tanjung Priok Akhir Pekan Ini
Budi Karya Sumadi. ©2017 Merdeka.com
UANG | 23 Februari 2021 21:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melakukan tes GeNose secara acak (random) di kawasan sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, tes random GeNose di Tanjung Priok ini merupakan kelanjutan dari pengecekan yang telah dilakukan di 8 stasiun kereta api jarak jauh.

"Untuk di darat dan laut, kita sudah lakukan di darat secara random, dan akhir minggu ini, Jumat kita akan lakukan di Tanjung Priok secara random juga," kata Menhub Budi Karya di Jakarta, Selasa (23/2).

Budi Karya berpesan kepada calon penumpang bus dan kapal, jika mereka merasa demam dan batuk-batuk sebaiknya membatalkan keberangkatan dan tetap tinggal di rumah.

"Artinya orang yang akan pergi menggunakan bus dan kapal akan diperiksa. Kalau positif enggak boleh berangkat," tegas dia.

Penggunaan tes GeNose disebutnya telah mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

"Pak Luhut mengatakan karena ini adalah produk TKDN maka ini harus didukung. Kami sendiri lakukan ini dengan prudent. Artinya Kemenhub bersama tim UGM, KAI, lakukan tahapan demi tahapan agar operasional GeNose ini terukur dengan baik dan terjaga kualitas pemeriksaan," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Per 22 Februari, 63.000 Penumpang Kereta Api Manfaatkan Tes GeNose
Diizinkan Menko Luhut, Tes GeNose akan Dipakai di Bandara Mulai 1 April 2021
Menteri Bambang Dorong Perbanyak Penggunaan GeNose untuk Pulihkan Ekonomi
Menhub Ingin Tes GeNose Berlaku di Banyak Stasiun hingga Perkantoran
Menhub Budi Tinjau Pelayanan GeNose di Stasiun Bandung
Pemulihan Pariwisata Imbas Pandemi Tak Bisa Cuma dengan Digitalisasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami