Pemerintah Lebih Baik Utamakan Layanan Kesehatan Ketimbang Diskon Tiket Pesawat

Pemerintah Lebih Baik Utamakan Layanan Kesehatan Ketimbang Diskon Tiket Pesawat
Garuda Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo
UANG | 6 Maret 2020 20:22 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Pakar Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri mengkritisi kebijakan pemberian dana intensif untuk harga diskon tiket sejumlah maskapai penerbangan nasional.

Diskon tiket diberikan untuk menggairahkan sektor pariwisata dalam negeri yang tengah lesu akibat wabah virus corona atau Covid -19 yang melanda berbagai negara.

"Saya rasa di seluruh dunia tidak ada yang kasih diskon pesawat, karena otomatis pesawat itu harganya sudah turun. Ke Singapura cuma Rp1 juta bahkan ada yang Rp300.000. Jadi, merasa aneh saja gitu ya," ucap Faisal dalam acara Indef di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (6/3).

Menurut Faisal, wabah virus corona merupakan permasalahan yang berakar dari bidang kesehatan, bukan Ekonomi. "Karena kita nggak ada virus keuangan, ini namanya virus corona mewabah di sembilan puluh negara. Barangkali akhir pekan ini seratus negara," imbuh Faisal.

Faisal basri lebih menyarankan pemerintah untuk mengutamakan kebijakan yang dapat meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat Indonesia. Seperti memastikan layanan kesehatan dapat berfungsi dengan baik dan mengurangi penyebaran berita hoax.

"Jangan cuman ngomong jaga kesehatan. Jaga stamina, tapi bayangkan simpang siurnya pemberitaan," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Pemberian Insentif Akibat Virus Corona...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami