Pemerintah Masih Kaji Alokasi Produksi Batu Bara

UANG | 26 November 2018 14:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengatakan, seluruh perusahaan batubara belum mengusulkan alokasi produksi batubaranya pada tahun depan, sebab itu penetapan alokasi produksi belum bisa dilakukan.

"Belum karena belum masuk, jadi belum bisa," kata Bambang, di Jakarta, Senin (26/11).

Menurut Bambang, alokasi produksi batubara tahun depan akan ditetapkan dalam Rencana ‎Kerja Anggaran Bersama (RKAB). Saat ini RKAB sedang disusun bersamaan dengan pengumpulan usulan produksi batubara.

"Belum bisa diputuskan, nanti tunggu mereka masukn semua," tutur Bambang.

Untuk tahun ini, pemerintah telah membuka penambahan kuota produksi batubara sebesar 100 juta ton‎, dari kuota produksi pada tahun ini yang ditetapkan 485 juta ton sehingga menjadi 585 juta ton.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyatakan, penambahan kuota produksi batubara menjadi 100 juta ton pada tahun ini, dapat meningkatkan ekspor.

‎Menurut Jonan, jika harga batubara USD 60 per ton, dikalikan kuota produksi batubara100 juta ton maka menghasilkan pendapatan USD 60 miliar. Maka pendapatan tersebut dapat menutupi defisit neraca perdagang.

"Kalau itu terealisasi nilai expor 60 dollar kali 100 juta itu 6 miliar, itu bisa nutupi malah lebih," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
ESDM Dorong BUMN Pertambangan Lakukan Nilai Tambah Batubara
ESDM Prediksi PNBP Minerba 2018 Capai Rp 43 Triliun
KPK Awasi 'Permainan' Sektor Pertambangan dan Perdagangan Batu Bara
16 Perusahaan di Kaltim Biarkan Lubang Bekas Tambang Menganga
Potensi Kerugian Negara Rp 1,3 T Per Tahun, KPK Tinjau Tambang Batu Bara di Kaltim

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.