Pemerintah Minta Investor China Kembangkan SDM Lokal

Pemerintah Minta Investor China Kembangkan SDM Lokal
Buruh pabrik rokok. ©2016 Merdeka.com
UANG | 14 Januari 2021 10:37 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Indonesia dan China resmi menjalin kerja sama dalam proyek Two Countries Twin Park. Dalam rangka memenuhi persyaratan yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, investor asal China diminta turut mengembangkan sumber daya manusia (SDM) lokal.

"Investor China diminta turut mengembangkan SDM lokal," kata kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (14/1).

Pengembangan SDM lokal yang dilakukan meliputi memberikan pelatihan vokasi untuk 11 bidang. Antara lain terkait Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data, Electric Vehicle, dan manufaktur baterai.

Dalam hal ini, kata Luhut, China juga telah berkomitmen untuk mendirikan politeknik industri. Pemerintah China merencanakan untuk meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari pelajar Indonesia. Selain itu juga akan ditambah dengan pertukaran tenaga pengajar dan magang kerja.

Pemerintah Indonesia saat ini juga berharap dapat bekerja sama dengan Tiongkok untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), Pendidikan, dan Industri di Indonesia. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk penyerapan keberhasilan Tiongkok sebelumnya dalam pengentasan kemiskinan.

"Kami harap kedua negara dapat bekerja untuk mendorong realisasi dari program ini," kata Luhut.

Sebelumnya, Indonesia dan China sepakat akan melakukan pengembangan kawasan industri di masing-masing negara. Kedua negara akan mengimplementasikan kerja sama bertajuk 'Two Countries Twin Park' yang diusulkan Pemerintah Provinsi Fujian, China.

Dalam pengembangan kawasan industri ini akan melibatkan Yuanhong Industrial Park dengan Kawasan Industri Bintan, Kawasan Industri Aviarna, dan Kawasan Industri Batang. Di masa depan perusahaan asal China juga dapat melakukan investasi di Indonesia.

Khususnya di bidang hilirisasi industri, mobil listrik, dan baterai lithium. Pembangunan ini diharapkan dapat menjadi model untuk kerja sama selanjutnya antara Indonesia dan RRT.

"Kami harap kedua negara dapat bekerja untuk mendorong realisasi dari program ini," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (14/1). (mdk/azz)

Baca juga:
Per Hari Ini, Baru 18 Pekerja Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terdaftar di BPJamsostek
Bantu Tenaga Medis, Lulusan Perawat Bakal Dipermudah untuk Bekerja
Menaker Ida Perketat Pengawasan Pembatasan Kegiatan di Tempat Kerja
Menaker Ida akan Promosikan Program K3 di Tingkat ASEAN
Kemenaker Catat Kecelakaan Kerja di 2020 Naik Menjadi 177.000 Kasus
Target Serap 777.206 Pekerja, PUPR Anggarkan Rp12 T untuk Program Padat Karya Tunai

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami