Pemerintah Naikkan Status Larangan Terbang Boeing Max 8 Jadi Permanen
UANG | 14 Maret 2019 13:18 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Pemerintah menetapkan pelarangan permanen untuk pesawat Boeing 737 Max 8 terbang. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan hanya memberikan jangka waktu satu minggu larangan terbang untuk keperluan pemeriksaan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan pelarangan permanen juga sudah dilakukan otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA).

"Ban (larangan) permanen sampai ada suatu arahan internasional. Pagi ini FAA sudah melakukan ban terhadap boeing. Kita bukan seminggu lagi, sudah permanen," ujarnya pada Merdeka.com di Bandara Depati Amir, Bangka Belitung, Kamis (14/3).

Menteri Budi menjelaskan saat ini pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap Boeing 737 Max 8 yang terdapat di Indonesia. Jika tim perhubungan udara menemukan permasalahan di mesin pesawat, pemerintah siap memanggil Boeing untuk dimintai penjelasan.

Keputusan pelarangan selamanya, menurutnya, dimungkinkan tentu setelah pemerintah mengkaji penjelasan dari pihak Boeing. "(Bisa dilarang selamanya?) Tentunya kita komunikasi. Kalau kita menemukan sesuatu, kita harus memberikan kesempatan boeing untuk menjelaskan. Jadi tidak langsung."

Menteri Budi memastikan segala perkembangan dan keputusan sudah dan akan dikomunikasikan dengan pihak maskapai pemakai Boeing di Tanah Air. Menurutnya, pihak maskapai sependapat karena menyangkut keselamatan.

"Kita intens dengan Garuda Indonesia dan Lion Air komunikasi dan mereka komit dengan apa yang kita putuskan karena ini menyangkut keselamatan," tutupnya.

Sebelumnya, Boeing telah melarang operasional pesawat 737 Max setelah penyelidik menemukan bukti baru di lokasi kecelakaan fatal Ethiopian Airlines. Pembuat pesawat AS mengatakan akan menangguhkan semua 371 pesawat.

Administrasi Penerbangan Federal (The Federal Aviation Administration/FAA) mengatakan bukti baru serta data satelit yang baru disempurnakan mendorong keputusan untuk sementara melarang jet. FAA sebelumnya selamat sementara banyak negara melarang pesawat.

"Menjadi jelas bagi semua pihak bahwa jalur (penerbangan) Ethiopian Airlines sangat dekat dan berperilaku sangat mirip dengan penerbangan Lion Air," Penjabat Administrator FAA Dan Elwell, dilansir BBC, Kamis (14/3).

Boeing mengatakan terus memiliki kepercayaan penuh pada keselamatan Boeing 737 Max 8. Namun, setelah berkonsultasi dengan FAA dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, mereka memutuskan untuk menghentikan penerbangan karena terlalu berhati-hati dan untuk meyakinkan masyarakat keselamatan keselamatan pesawat terbang.

Baca juga:
Penerbangan di Solo Tak Terpengaruh Larangan Penggunaan Boeing 737 Max 8
Boeing Tangguhkan Seluruh Pesawat Boeing 737 Max
Menko Luhut Tunggu Respons Boeing soal Kecelakaan Boeing 737 Max 8
5 Negara Ini Melarang Boeing 737 Max 8 Melintas di Ruang Udaranya
Thailand Larang Terbang Boeing 737 Max 9 Selama Tujuh Hari

(mdk/azz)