Pemerintah Optimalkan Kinerja 7 Sektor Industri Genjot Pertumbuhan Kuartal II 2020

Pemerintah Optimalkan Kinerja 7 Sektor Industri Genjot Pertumbuhan Kuartal II 2020
UANG | 5 Juni 2020 20:50 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memprediksi perekonomian nasional masih dihadapkan pada kondisi sulit pada kuartal II tahun ini. Bahkan, dia menyebut kemungkinan besar ekonomi Indonesia tumbuh di bawah 2,97 persen.

"Pada Q1 memang kita plus 2,97 persen. Itu tergolong baik dibandingkan negara lain yang mengalami kontraksi. Tapi kita lihat Q2 mungkin lebih bawah lagi tumbuhnya," ungkap Menko Luhut dalam sebuah Webinar Gen-Z di kanal Zoom, Jumat (6/5).

Kata Menko Luhut, anjloknya pertumbuhan ekonomi domestik diakibatkan oleh pemberlakuan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang marak dilakukan sejumlah daerah. Imbasnya aktivitas ekonomi menjadi tersendat dalam durasi lama.

Maka dari itu, dia mengatakan pemerintah fokus menggenjot tujuh sektor industri unggulan yang ditargetkan memberikan sumbangsih hingga 69 persen terhadap ekonomi domestik.

Rinciannya ialah industri pengolahan, industri perdagangan besar maupun eceran, industri reparasi mobil atau motor, industri pertanian, jasa konstruksi, industri pertambangan, dan industri transportasi.

Nantinya, kinerja ketujuh sektor unggulan Indonesia akan dipaksakan untuk bisa seoptimal mungkin. Sehingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat tumbuh lebih baik dibandingkan kuartal awal tahun 2020.

"Tapi lihat negara lain juga begitu kondisi ekonominya. Maka, kita masih tergolong baiklah," tegas Menko Luhut.

1 dari 1 halaman

Pemerintah Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Akan Terkoreksi Paling Dalam

pertumbuhan ekonomi kuartal ii akan terkoreksi paling dalam

Kementerian Koordinator Perekonomian memprediksi pertumbuhan perekonomian Indonesia di kuartal II 2020 jatuh paling dalam. Imbasnya, jumlah pengangguran diperkirakan terus meningkat hingga 5,23 juta dan kemiskinan bertambah 4,86 juta.

"Kalau di kuartal I masih di 2,97 persen, kita memperkirakan kuartal II ini akan jatuh sekali kemungkinan minus di bawah growth, artinya siklus kuartal II jatuh paling dalam," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian (Sesmenko), Susiwijono Moegiarso, dalam suatu diskusi online Pactoc Connect, Rabu (3/6).

Susiwijono menyebut penurunan tersebut dipicu akibat lini ekonomi mengalami penurunan signifikan. Selain itu, melambatnya permintaan ekonomi dunia terganggunya rantai pasok penawaran global, serta rendahnya harga komoditas kompak menyebabkan anjloknya volume perdagangan dunia,

"Berbagai sentimen di publik, konsumen, pebisnis, market, dan semuanya semakin mengalami tekanan," ujarnya.

Ditambah lagi banyak pekerja yang terkena PHK. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, tenaga kerja yang terdampak covid-19 sekitar 3,05 juta orang per 2 Juni 2020, dan memperkirakan tambahan pengangguran bisa mencapai 5,23 juta orang.

"Bappenas memperkirakan tambahan pengangguran 4,2 juta, dan angka kemiskinan dan pengangguran akan terus meningkat, bahkan dalam skenario sangat berat diperkirakan kemiskinan bertambah 4,86 juta orang dan pengangguran bertambah 5,23 juta," ujarnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Menko Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Jokowi Incar Investasi yang Ciptakan Lapangan Kerja
Perubahan Postur APBN 2020 Dilakukan Agar Ekonomi RI Tak Tumbuh Negatif
Ini Strategi Menteri Sri Mulyani Agar Pertumbuhan 2020 Tidak 0 Persen
Pemerintah Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Akan Terkoreksi Paling Dalam
Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Naik Menjadi Rp677,2 Triliun
Jokowi Minta Program Pemulihan Ekonomi Utamakan Industri Padat Karya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami