Pemerintah Prediksi Inflasi Bisa Tembus 4 Persen Sepanjang 2022

Pemerintah Prediksi Inflasi Bisa Tembus 4 Persen Sepanjang 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani. ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 19 Mei 2022 15:39 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Seiring dengan perkembangan ekonomi global dan domestik, pemerintah merevisi asumsi dasar ekonomi makro tahun 2022. Outlook pertumbuhan ekonomi diubah menjadi 4,8 persen hingga 5,5 persen dari semula ditetapkan 5,2 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional akan mengalami tekanan dari kenaikan inflasi dan suku bunga acuan. Pemerintah memperkirakan inflasi sepanjang tahun akan mendekati 4 persen dari yang per April 2022 sudah di angka 3,4 persen.

"Inflasi akan lebih di upper end dari 3 plus minus 1 persen dan akan mendekat ke 4 persen dari sekarang yang sudah 3,4 persen pada bulan April," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (19/5).

Tingkat suku bunga SUN 10 tahun diubah dari 6,8 persen menjadi 6,85 persen - 8,42 persen. Sementara hingga saat ini suku bunga sudah mengalami kenaikan di atas 7 persen. " Suku bunga ada kenaikan di atas 7 persen atau secara year to date (ytd) saat ini di 7,33 persen," katanya.

Nilai tukar rupiah juga mengalami perubahan dari Rp 14.350 per dolar menjadi Rp 14.300- Rp 14.700 per dolar AS. Harga minyak dunia juga mengalami koreksi dari semula hanya USD 63 per barel menjadi USD 95 - USD 105 per barel. Sementara untuk harga lifting minyak dan gas masih dalam rentang perkiraan yang sama dalam UU APBN 2022.

2 dari 2 halaman

Postur APBN Bakal Berubah

Sri Mulyani mengatakan adanya perubahan asumsi dasar ini akan berakibat pada perubahan besar dalam postur APBN. Salah satunya kenaikan harga BBM dari segala jenis yang membuat anggaran subsidi dan kompensasi membengkak. Sebab harga keekonomian BBM dengan harga jual di dalam negeri memiliki rentang yang lebar.

Harga minyak tanah misalnya harga jualnya Rp 2.500 per liter padahal harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 10.198 namun Solar dijual Rp 5.450 per liter dari harga keekonomian Rp 12.119 per liter.

LPG per kilogram dijual Rp 4.250, padahal nilai keekonomiannya telah mencapai Rp 19.579 per kilogram. Sedangkan harga Pertalite dijual Rp 7.650 per liter dari nilai keekonomian Rp 12.556 per liter.

"Harga keekonomian BBM kita ini ada perubahan tinggi. minyak tanah, solar, LPG dan pertalite harganya sudah jauh (dari nilai keekonomiannya)," kata dia. (mdk/ags)

Baca juga:
Siap-siap Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik
Sri Mulyani Berencana Tambah Anggaran Perlindungan Sosial Rp18,6 T
Sri Mulyani Ajukan Kenaikan Subsidi Energi dan Kompensasi Jadi Rp443,6 T
Ekonomi Negara ASEAN+3 Diprediksi Tumbuh 4,7 Persen di 2022
Di Pertemuan ASEAN+3, Menteri Sri Mulyani Dorong Kerja Sama Dunia Pulihkan Ekonomi
Sri Mulyani soal Pertumbuhan Ekonomi 5,01 Persen: Sesuai Proyeksi Pemerintah
Sri Mulyani Minta Sektor Swasta Jadi Motor Penggerak Investasi RI

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami