Pemerintah resmikan proyek pengolahan tinja dan air minum di Sumut senilai Rp 24,8 M

Pemerintah resmikan proyek pengolahan tinja dan air minum di Sumut senilai Rp 24,8 M
UANG | 27 Januari 2018 17:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meresmikan dua infrastruktur di Sumatera Utara yakni Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Medan dan Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (SPAM IKK) di Kabupaten Serdang Bedagai. Dua proyek sanitasi dan air minum di Sumut bernilai Rp 24,8 miliar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan IPLT Kota Medan dilakukan pada 2017 dengan biaya Rp 6,6 miliar. Sementara, SPAM IKK Serdang Bedagai dibangun pada 2016 dengan biaya sebesar Rp 18,2 miliar.

"Dengan adanya IPLT on site ini, limbah yang dibawa truk tinja akan diolah di IPLT. Hasil pengolahannya berupa lumpur yang dikeringkan untuk dimanfaatkan sebagai pupuk. Disamping itu air hasil pengolahannya juga aman dibuang ke saluran air," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis di Komplek PDAM Tirtanadi, Medan, Sabtu (27/1).

pdam tirtanadi

PDAM Tirtanadi ©2018 istimewa

Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. Turut hadir dalam acara peresmian tersebut Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Walikota Medan Dzulmi Edin, dan Direktur PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo.

Peresmian dilakukan dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti oleh Menko PMK Puan Maharani. Pada acara tersebut sekaligus diluncurkan Layanan Sambungan Rumah Air Minum Online dan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal Kota Medan.

pdam tirtanadi

PDAM Tirtanadi ©2018 istimewa

Menko PMK Puan Maharani dalam sambutannya menyampaikan pesan agar infrastruktur yang dibangun dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah juga diminta melakukan pemeliharaan karena usai diresmikan kedua infrastruktur tersebut, dihibahkan kepada masing-masing Pemerintah Kota dan Kabupaten yang akan dikelola oleh PDAM.

"Urusan sanitasi dan air minum menjadi hal yang penting dalam mendukung Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat," jelas Menko Puan.

IPLT Kota Medan dibangun dengan kapasitas pengolahan 100 m3/hari yang ditargetkan dapat melayani 50.000 rumah. Untuk dapat melayani seluruh Kota Medan masih diperlukan pembangunan sebanyak 4 IPLT lagi. Sedangkan, SPAM IKK Kabupaten Serdang Bedagai memiliki kapasitas 50 liter/detik yang dapat melayani hingga 5.000 rumah.

Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo mengatakan lumpur tinja dari septic tank harus dikuras/disedot secara periodik untuk menghindari tercemarnya air dan tanah oleh bakteri e-coli. "Lumpur tinja harus di olah di IPLT. Truk penyedot tinja juga tidak boleh sembarangan membuang lumpur tinja ke sungai karena akan mengakibatkan pencemaran," katanya.

pdam tirtanadi

PDAM Tirtanadi ©2018 istimewa

Disamping infrastruktur sanitasi dan air minum, pada 2017, Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan kumuh di Kota Medan yakni Kelurahan Belawan Sicanang, Titi Kuning dan Suka Maju melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Masing-masing kelurahan mendapat alokasi dana sebesar Rp 500 juta. Infrastruktur yang dibangun berupa jalan lingkungan, drainase dan ruang terbuka hijau.

"Kotaku merupakan program kolaborasi. Tidak hanya Pemerintah Pusat, tetapi juga melibatkan Pemerintah Daerah dan warga, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya. Kalau masyarakat tidak dilibatkan maka kawasan yang sudah ditata akan kembali kumuh," kata Dirjen Cipta Karya.

Program Kotaku tidak hanya bertujuan membangun infrastruktur lingkungan namun juga meningkatkan ekonomi warga dan prilaku hidup sehat masyarakat.

Capaian sanitasi di Indonesia pada 2017 baru mencapai 76,37 persen. Sedangkan akses air minum mencapai 72,04 persen. Untuk mecapai 100 persen akses sanitasi dan air minum aman di Indonesia, pemerintah telah mencanangkan gerakan 100-0-100 yakni terpenuhinya 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

Selain Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, turut hadir mendampingi Menteri Basuki yakni Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso. (mdk/bim)


Kadin: Maraknya kecelakaan kerja di konstruksi karena minimnya tenaga kerja terampil
Presiden Jokowi ingin Indonesia bisa garap proyek infrastruktur Sri Lanka
WIKA raup Rp 5,4 triliun dana segar dari komodo bonds
'Terlalu banyak infrastruktur, tapi pembangunan manusia tak dipikirkan'
Banyak kecelakaan konstruksi, Menteri Basuki bakal bentuk komite keselamatan
Tol Trans Sumatera terkoneksi dengan pelabuhan penyeberangan
Jokowi: Saya ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami