Pemerintah Siapkan Dana Rp542,8 Triliun untuk Tingkatkan Kualitas Generasi Muda

Pemerintah Siapkan Dana Rp542,8 Triliun untuk Tingkatkan Kualitas Generasi Muda
Airlangga Hartarto. ©2020 Foto: Farhan/Humas Ekon
EKONOMI | 20 Februari 2022 09:52 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 542,8 triliun dari APBN tahun ini untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ini dilakukan dalam rangka mengoptimalkan bonus demografi dengan mayoritas generasi muda usia produktif yakni milenial dan Gen-Z.

“Anggaran yang telah disiapkan adalah sebesar Rp 542,8 triliun dan ini dipergunakan untuk peningkatan kualitas SDM sebagai modal utama pembangunan nasional,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan Kuliah Umum di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/02).

Berdasarkan sensus penduduk Badan Pusat Statistik tahun 2020, Indonesia memiliki 64,50 juta pemuda dari total 270,20 juta penduduk. Bonus demografi ini tentunya akan mendorong produktivitas dan dari segi demand. Oleh karena itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sangat krusial.

Pemerintah juga telah menyiapkan Program Bidik Misi/Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Program ini akan menjangkau 713,8 ribu mahasiswa. Selain itu ada juga Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk 8.600 mahasiswa baru dan 20.090 mahasiswa yang sedang berkuliah. Kemudian bantuan operasional sekolah yang akan menyasar 8,8 juta siswa, serta program Indonesia Pintar yang akan diterima oleh 20,1 juta siswa.

Airlangga berharap agar UWKS juga dapat membentuk inkubator-inkubator bisnis agar jiwa kewirausahaan mahasiswa dapat diasah secara berkualitas. Program peningkatan kewirausahaan juga menjadi fokus yang sangat penting mengingat rasio kewirausahaan yang masih rendah, yakni sebesar 3,47 persen dari total populasi. Semakin banyak yang akan menjadi wiraswasta, menjadi penting bagi negara dalam memfasilitasi para job creator ini selain untuk mendapatkan kesempatan, juga memperoleh pembiayaan yang diperlukan.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan pembiayaan bagi wirausaha maupun UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Segmentasi KUR yang telah terbagi menjadi KUR super mikro, mikro, dan kecil dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa yang ingin membangun usahanya sejak dini.

Airlangga menambahkan mesin pembangunan ke depan akan digeser ke sektor swasta melalui skema investasi dan juga melalui kredit perbankan. Sehingga reformasi struktural serta sovereign wealth fund untuk kebutuhan pendanaan jangka panjang sangat diperlukan.

“Saya berharap agar mahasiswa selalu mengikuti perkembangan zaman dan mengasah diri untuk menjadi entrepreneur. Agar mahasiswa selalu tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik serta pertahankan nilai-nilai bangsa dan budaya Indonesia. Saya yakin kita bisa keluar sebagai juara dari pandemi Covid-19 ini,” pungkas Airlangga.

Baca juga:
Keren Banget, Ini Alasan Perusahaan BUMN Siapkan Pegawai Perempuan Jadi Manajer
Kepanjangan HRD dan Fungsinya dalam Perusahaan, Perlu Diketahui
Program ODP adalah Pelatihan Khusus untuk Karyawan, Berikut Penjelasan Selengkapnya
5 Fakta Munculnya Ribuan Pengusaha Baru di Pamekasan, Ini Penjelasan Bupati
Lebih dari 6.000 Orang Berebut Kerja di RSUD Krian, Ini Sejumlah Faktanya
Temui Wapres, Wantimpres Beri Saran Soal IKN hingga Pengembangan UMKM
Ada Peluang Bekerja Di Luar Negeri, Menaker Ida Dukung Tukang Bangunan Tersertifikasi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami