Pemerintah Siapkan Rp6,5 T Tangani Masalah Sampah di Labuan Bajo

Pemerintah Siapkan Rp6,5 T Tangani Masalah Sampah di Labuan Bajo
UANG | 12 Desember 2019 16:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi meluncurkan Baseline Data Nasional Sampah Laut. Berdasarkan data yang diperoleh oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), volume sampah plastik di lautan mencapai 0,27-0,65 juta ton, belum lagi sampah jenis lainnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, memaparkan pemerintah juga memberikan perhatian pada penanganan masalah sampah di Labuan Bajo. Sampah di Labuan Bajo bisa mencapai 8 ton sampai 11 ton per hari.

Dia mengatakan sudah menyiapkan anggaran untuk kegiatan yang sifatnya pencegahan atau preventif. Seperti pembinaan di kawasan dengan adanya program vokasi yang diperbanyak dilingkup nelayan.

"Anggaran untuk Labuan Bajo saya belum tahu pastinya, nantinya anggaran diperkirakan sebesar Rp6,5 triliun tahun 2020, saya rasa cukuplah," kata Menteri Edhy di Jakarta, Kamis (12/12).

Dia melanjutkan kementerian dan lembaga siap bersinergi menanggulangi sampah di lautan. "Rapat ini sebagai langkah finalisasi, menurut saya ini suatu langkah besar yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menanggulangi permasalahan sampah di laut. Semua kementerian siap untuk mendukung," kata Menteri Edhy.

1 dari 1 halaman

Jokowi Ingin Jadikan Labuan Bajo Jadi Kawasan Wisata Premium

jadikan labuan bajo jadi kawasan wisata premium rev2

Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin menjadikan Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kawasan wisata premium atau menengah atas. Untuk itu, Jokowi meminta agar pembangunan sejumlah infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo dipercepat.

"Segmentasi yang mau kita ambil di sini beda. Segmentasi yang premium. Oleh sebab itu, penataan kawasan Labuan Bajo penting sekali," ujar Jokowi usai meninjau kawasan wisata Puncak Waringin di Kabupaten Manggarai Besar NTT, Rabu (10/7).

Saat peninjauan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat menyusuri area pedestrian yang berjarak kurang lebih 100 meter dari kawasan Puncak Waringin. Jokowi memastikan bahwa penataan pedestrian di kawasan tersebut akan rampung 2020.

"Kita akan buat trotoar, tahun ini mulai, sampai ke ujung. Sehingga turis bisa menikmati view yang ada di depan sana," ucapnya.

Mantan Wali Kota Solo itu berencana menjadikan Puncak Waringin sebagai pusat kerajinan tangan di Labuan Bajo. Selain itu, pemerintah juga akan membenahi dan mengembangkan sektor air minum dan sanitasi di kawasan Labuan Bajo.

Untuk mewujudkan Labuan Bajo menjadi pariwisata internasional, Jokowi meminta agar terminal serta landasan pacu di Bandara Komodo rampung 2020. Penataan pelabuhan dan pelebaran jalan menuju lokasi wisata untuk lebih mendukung arus wisatawan juga akan dilakukan.

"Ini memang total penataannya," katanya.

Dia berharap penataan dapat diselesaikan sesegera mungkin. Setelahnya, Jokowi meminta pemerintah setempat mulai membuat dan mengemas atraksi wisata baru yang dapat menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Labuan Bajo.

"Baru kita bicara bagaimana mengemas event-event seni dan budaya yang ada di sini. Kemudian juga promosinya seperti apa," jelas Jokowi.

Usai meninjau kawasan Puncak Waringin, Jokowi beserta rombongan juga meninjau rencana kawasan pengembangan wisata baru di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo.

Kawasan sekitar pelabuhan tersebut nantinya akan terdiri atas hotel, kawasan terpadu Marina, dan area komersial. Penataan tersebut akan mengubah wilayah pelabuhan yang sebelumnya kumuh dan tak tertata menjadi sebuah kawasan wisata baru.

"Ke depan akan ada 180 kamar hotel, kemudian di depan kita persis bisa parkir 80 boats yang akan parkir di sini. Insya Allah selesai Desember tahun ini. Kemudian marinanya bulan Juni 2020," tutur Dirut ASDP Ira Puspadewi di Kawasan Terpadu Marina.

(mdk/bim)

Baca juga:
Setiap Hari 8,23 Ton Sampah Masuk Teluk Jakarta, Paling Banyak Plastik
Warga Pasar Minggu Keluhkan Lokasi Pembuangan Sampah
Kembangkan Industri Daur Ulang Sampah Plastik Demi Lingkungan
Indonesia Diajak Bertemu 3.000 Pengusaha Industri Pengemasan Dunia di Jerman
Paus Mati di Skotlandia, Perutnya Berisi 100 Kg Sampah dari Tali Sampai Jaring
Dari Paus sampai Rusa, Hewan-Hewan Ini Mati karena Telan Sampah Plastik Manusia
Rusa di Thailand Mati, Perutnya Berisi 7 kg Sampah Plastik dan Celana Dalam

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami