Pemerintah Sudah Kucurkan Rp158,2 Triliun Untuk Stimulus Ekonomi I dan II

Pemerintah Sudah Kucurkan Rp158,2 Triliun Untuk Stimulus Ekonomi I dan II
UANG | 26 Maret 2020 12:12 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono mencatat pemerintah sudah mengucurkan anggaran sebanyak Rp158,2 triliun untuk paket stimulus kebijakan ekonomi. Anggaran tersebut didorong untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global, termasuk adanya virus corona.

Dia merincikan dari total anggaran sebesar Rp158,2 triliun itu terdiri dari stimulus pertama sebesar Rp10,3 triliun, stimulus kedua Rp22,9 triliun, dan pelebaran defisit 0,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp125 triliun.

"Kalau ditotal sampai stimulus kedua, Rp158,2 triliun," kata dia di Jakarta, Kamis (25/3).

Dia menjelaskan, paket stimulus pertama diberikan pada 25 Februari 2020 lalu. Di mana belum ditemukan kasus covid-19 di Indonesia. Pemerintah saat itu mengeluarkan stimulus ekonomi ke satu dengan fokus ke dalam sektor ekonomi yang menangani lalu lintas orang. Baik sektor pariwisata, akomodasi dan transportasi.

"Ada 8 kebijakan stimulus tahap 1 yang besarnya Rp10,3 triliun," imbuh dia.

1 dari 1 halaman

Seiring dengan kasus di indonesia, pemerintah kemudian kembali mengkaji stimulus ekonomi sekiranya dibutuhkan oleh pengusaha market dan lain sebagiannya. Maka, pada 13 Maret 2020 diumumkan kembali stimulus kedua.

Di mana terdapat delapan kebijakan terdiri dari empat sektor fiskal atau pajak. Dan empat sisanya untuk non fiskal seperti percepatan lalu lintas barang logistik atau barang yang dibutuhkan.

"Pemerintah lakukan berbagai upaya untuk monitor perkembangan di global dan nasional," tandas dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Stimulus Ekonomi III Siap Diluncurkan Antisipasi Dampak Virus Corona
Paket Kebijakan Stimulus II Diharapkan Dorong Perbaikan IHSG
Mengukur Efektivitas Stimulus Ekonomi Lawan Virus Corona dan Bahaya Lockdown
Tangkal Dampak Corona, Pengusaha Minta Permudah Aturan Ekspor Impor
Airlangga Akui Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi Belum Optimal
Dampak Perlambatan Ekonomi Global dan Virus Corona ke Ekonomi Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami