Pemerintah Tak Ingin Produk Sagu Indonesia Kalah Saing dengan Malaysia

Pemerintah Tak Ingin Produk Sagu Indonesia Kalah Saing dengan Malaysia
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. ©2020 Merdeka.com
UANG | 20 Oktober 2020 16:41 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pemerintah mencatat Indonesia memiliki potensi lahan sagu mencapai 5,5 juta hektare. Namun demikian, pemanfaatannya baru mencapai 5 persen saja.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, meminta pelaku industri dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan sagu yang ada di Indonesia. Jangan sampai, kata dia, potensi lahan yang besar tersebut justru tidak dimanfaatkan dan kalah dengan negara-negara lain.

Dia menyebut, tanaman sagu bukan hanya ditanam di Indonesia saja. Menurutnya, negara-negara lain seperti Malaysia dan Filipina juga memanfaatkan tanaman tersebut sebagai pengganti beras.

"Ini menggelitik, karena kita harus hati-hati, jangan sampai sebetulnya lahan sagu yang ada di Indonesia segitu luas sampai jutaan hektar, tapi nanti pengembangan sagu dan industri sagu hilir/ downstream, jangan sampai negara-negara tersebut lebih maju dari Indonesia," kata dia dalam Peluncuran Pekan Sagu Nasional 2020, di Jakarta, Selasa (20/10).

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat bahwa Indonesia memiliki potensi lahan sagu mencapai 5,5 juta hektare. Sagu ini bisa menjadi alternatif pangan yang sehat dan bergula rendah selain beras. Namun demikian, pemanfaatannya baru mencapai 5 persen saja.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Momon Rusmono menyatakan, dari jumlah tersebut lahan yang baru dioptimalkan baru sekitar 314.000 hektare saja.

"Dari 5,5 juta hektare, baru 314.000 hektare saja yang digunakan, itu pun dengan produktivitas 3,57 ton per hektare, yang sebenarnya bisa ditingkatkan jadi 10 ton," ujar Momon dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10).

Baca Selanjutnya: Penyebab Produktivitas Pertanian Sagu Rendah...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami