Pemerintah Target Defisit APBN 2020 Sebesar 1,75 Persen

UANG | 25 Juni 2019 17:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK mengusulkan defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 1,52 - 1,75 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto).

"Antara utang dan non utang, kita melihat karena 1,52-1,75 persen dari PDB, berarti pemerintah akan tetap menutup melalui pembiayaan utang. Kalau kita melihat pembiayaan utang kita itu terus menurun tambahannya dari 2017 ke 2018 ke 2019 dan kita harapkan 2020 dia terus menurun," ucap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara di DPR, Jakarta, Selasa (25/6).

Suahasil menjelaskan, target defisit tersebut, tercatat lebih rendah dari defisit anggaran yang ditetapkan pada APBN 2019 sebesar 1,84 persen.

"Kami ingin sampaikan APBN tahun depan tetap sifatnya ekspansif dan terukur. Karena itu, kita melakukan anggaran defisit," terang dia.

Menurut Suahasil, pembiayaan utang meningkat karena pembiayaan investasi belum signifikan untuk akselerasi pembangunan, peningkatan pembiayaan MBR dan untuk penguatan LPDP sebagai sovereign world fund.

"Jadi kebijakan ini artinya kita akan membelanjakan pengeluaran negara dan kita harapkan itu mendorong pembangunan termasuk rasio elektrifikasi, perlindungan sosial, dan belanja-belanja lainnya yang nanti akan secara lebih detail diurai dalam belanja negara," tambah dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Badan Anggaran DPR Setuju Anggaran 4 Menko Sebesar Rp1,262 Triliun
Menko Darmin Usul Anggaran Rp409,35 Miliar di 2020
Fasilitasi Kenaikan Gaji PNS, Menko Puan Ajukan Anggaran 2020 Rp226 Miliar
Sri Mulyani: Kas Negara Tidak Habis, Sekarang Masih Ada Rp100 Triliun
Biaya Perjalanan Dinas Pemerintah Bengkak Rp15,1 Triliun di Mei 2019
Sri Mulyani: Penerimaan Perpajakan Baru 31 Persen Hingga Mei 2019

(mdk/idr)