Pemerintah Target Investasi Sektor Manufaktur Capai Rp323 Triliun di 2021

Pemerintah Target Investasi Sektor Manufaktur Capai Rp323 Triliun di 2021
Agus Gumiwang. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi
UANG | 28 Desember 2020 16:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan, realisasi investasi di sektor industri manufaktur pada 2021 bisa mencapai Rp 323,56 triliun. Proyeksi ini didukung upaya pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat dampak pandemi Covid-19.

"Investasi diperkirakan menjadi faktor penggerak pertumbuhan industri di tahun 2021," kata Agus Gumiwang dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2020 secara virtual, Senin (28/12).

Menurutnya, beberapa sektor dan subsektor industri masih akan jadi primadona bagi para investor di tahun depan. Seperti industri makanan dan minuman yang masih jadi idola, serta sektor logam dasar, otomotif dan elektronik.

"Ada beberapa subsektor yang kami percaya bahwa dia akan tumbuh, bahkan ada sektor tumbuh menyamping, lebih tinggi dari sektor lain. Dan ini sektor-sektor yang pasti kami proyeksikan akan dapat perhatian lebih besar dari calon investor," ujarnya.

Dia juga memberikan perhatian khusus bagi sektor industri otomotif yang diperkirakan akan semakin kuat berkat program kendaraan listrik yang dicanangkan pemerintah. "Otomotif pasti jadi kekuatan kita, apalagi kita dorong kendaraan bermotor berbasis baterai dan listrik di mana kita ada bahan baku nikel besar," sambungnya.

Begitu juga dengan sektor industri alat kesehatan dan farmasi, yang kini kebutuhannya selama pandemi Covid-19 sangat besar. Agus Gumiwang pun mencium potensi pendapatan lebih di sektor tersebut.

"Barangkali, in term of size-nya, pertumbuhannya tidak sebesar dari sektor-sektor lain. Tapi kami harapkan pertumbuhan investasinya, dilihat dari presentasi dibandingkan periode-periode sebelumnya akan kami dorong agar bisa tumbuh jauh lebih cepat," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Jumlah Pekerja di Industri Manufaktur Turun 1,45 Juta Orang Selama Pandemi
Yes! Mesin Mitsubishi Xpander Diproduksi di Indonesia, TKDN Jadi 80 Persen
Posisi Indeks Naik, Daya Saing Manufaktur RI Ungguli India dan Vietnam
Suzuki 50 Tahun di Indonesia: Produksi 2,5 Juta Mobil dan Ekspor 1,3 Juta Unit
Kemenperin Dorong Perusahaan Manufaktur Kelola Limbah Demi Dukung Daya Saing
Ada Pelonggaran PSBB, PMI Manufaktur Indonesia Naik Menjadi 50,6 di November 2020

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami