Pemerintah Target Selesaikan 11 Perjanjian Perdagangan Hingga 2020

UANG | 30 Oktober 2019 18:09 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menargetkan bisa menyelesaikan 11 perjanjian perdagangan hingga akhir tahun 2020. Untuk itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"Kita targetnya kurang lebih 11. Nanti diperdalam lagi karena ada outstanding yang belum clear ya mungkin antara itu dan pesan presiden harus selesaikan yang outstanding. Jadi finalisasinya mungkin untuk ini awal bulan depan sudah clear semuanya. Jadi target tahun depan itu harus selesai semua yang outstanding," kata Agus di Jakarta, Rabu (30/10).

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Jeffry Sambuaga menjelaskan, salah satu prioritas pemerintah saat ini adalah perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa. Dengan demikian, Kementerian Perdagangan akan berkomunikasi dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia terkait perjanjian perdagangan ini.

"Salah satu prioritasnya adalah Uni Eropa. Kenapa selama ini belum rampung karena Uni Eropa ini besar ya 27 negara lebih. Kita harus tidak hanya dari kami tentunya, dari mereka harus menyeragamkan persepsi dengan negara-negara anggota," jelas Jeffry.

"(Komoditasnya) Tidak hanya selalu palm oil, tetapi lebih kepada regulasi, masalah konten lokal, BUMN, ini yang sedang kita satukan persepsi, satukan pemahaman supaya ini bisa diselesaikan secara lebih mutual," tandasnya.

Baca juga:
Antisipasi Resesi, Jokowi Ingin Perjanjian Perdagangan Ditingkatkan
Meski Belum Ditunjuk, Menteri Perdagangan Baru Sudah Punya Agenda Padat
Perjanjian Dagang RCEP Diperkirakan Kerek Ekspor RI Hingga 11 Persen
Buka Pasar Ekspor Baru, RI Jalin Kerjasama Dagang Dengan Negara Eurasia
Riset: Indonesia Tempati Peringkat 7 Potensi Pertumbuhan Dagang Terbesar Dunia
Wapres JK Desak Penyelesaian Perundingan 3 Perjanjian Perdagangan Bebas di Akhir 2019

(mdk/azz)