Pemerintah Target Tol Cisumdawu Berfungsi Operasional Lebaran 2020

UANG | 6 September 2019 09:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Seksi 1-3 Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 33 Km dapat dilalui fungsional pada arus mudik di 2020. Penyelesaian konstruksi keseluruhan sepanjang 61,5 Km, ditargetkan rampung akhir 2020.

"Kami optimistis akhir tahun 2020, Tol Cisumdawu bisa rampung. Untuk arus mudik 2020, Seksi 1-3 diharapkan sudah bisa dilalui fungsional yakni sampai Sumedang. Pada Lebaran tahun 2019, juga sudah kita buka, namun hanya sampai terowongan di Rancakalong," tutur Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit, Jumat (6/9).

Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu dikerjakan bersama oleh pemerintah dan badan usaha. Pemerintah memberikan dukungan konstruksi Seksi 1 dan 2 sepanjang 29 Km untuk meningkatkan kelaikan investasi.

Pendanaan untuk porsi pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan pinjaman Pemerintah China. Seksi 3-6 sepanjang 32,8 Km dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi sebesar Rp8,41 triliun.

Pembebasan lahan menjadi kendala dalam pembangunan ruas tol ini. Dari 6 seksi yang ada progres konstruksi dan pembebasan lahan Tol Cisumdawu adalah sebagai berikut:

Seksi 1 Cileunyi–Tanjungsari sepanjang 12 km, dikerjakan oleh China Road and Bridge Corporation (CRBC) - PT Adhi Karya (Joint Venture) yakni 45,47 persen untuk konstruksi dan pembebasan lahan 72,77 persen.

Seksi 2 Tanjungsari–Sumedang sepanjang 17,51 Km, pembangunannya dilakukan dalam 2 fase yakni fase I sepanjang 7,23 Km konstruksinya sudah selesai penuh 100 persen.

Fase II sepanjang 10,7 Km, progres konstruksinya 74,62 persen dan lahan yang bebas 92,2 persen. Pengerjaan fase II oleh Metallurgical Corporation of China – PT. Wijaya Karya – PT. Nindya Karya – PT. Waskita Karya (Joint Operation).

Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 4 Km dikerjakan oleh PT. Girder Indonesia dengan progres konstruksi 78,01 persen dengan lahan sudah bebas 99 persen.

Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,20 km dan Seksi V Legok–Ujungjaya sepanjang 14,90 Km belum ada lahan yang dibebaskan. Seksi 6 Ujungjaya–Kertajati 6,06 Km konstruksinya belum mulai dengan progres lahannya sebesar 16 persen.

Adapun untuk mempercepat pengadaan lahan, Kementerian PUPR melalui Satker Pembangunan Tol Cisumdawu, Ditjen Bina Marga terus meningkatkan koordinasi dengan instansi lain yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan instansi terkait lainnya.

"Sebagaimana arahan Bapak Menteri Basuki bahwa Kementerian PUPR membantu Pemerintah Daerah meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya, sehingga Pemda yang berada di depan (pembebasan lahan tol), kami yang membantu," ujar Danang.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Kerja Lambat, Proyek China di Tol Cisamdawu Diambil Alih Kementerian PUPR
Tol Cisumdawu Bakal Miliki Terowongan Terpanjang di Indonesia
Saat Tol Cisumdawu Beroperasi, Bandung-Kertajati Cuma Butuh Waktu 45 Menit
Pembangunan Tol Cisumdawu Seksi III Ditargetkan Rampung Desember 2019
Bandara Kertajati Dinilai Saat ini Makin Sepi, Inilah Faktanya
Gairahkan Ekonomi Lokal, PUPR Bakal Sulap Rest Area jadi Tujuan Wisata
Pemenang Tender Tol Solo-Yogya dan Bawen-Yogya Diumumkan Pekan ini

(mdk/bim)