Pemerintah Target Vaksinasi Covid-19 Mampu 2 Juta per Hari

Pemerintah Target Vaksinasi Covid-19 Mampu 2 Juta per Hari
Vaksinasi di Pusat Perbelanjaan Plaza Pondok Gede. ©2021 merdeka.com/imam buhori
EKONOMI | 30 Juli 2021 19:40 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, target vaksinasi per hari ditingkatkan menjadi 2 juta per hari. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang ingin mempercepat kekebalan kelompok.

"Sesuai target dari Presiden, jumlah yang divaksinasi ditingkatkan dari 1 juta menjadi 2 juta per hari agar bisa mencapai herd immunity 70 persen di akhir tahun," kata Menko Airlangga di Jakarta, Jumat (30/7).

Selain vaksinasi, pemerintah terus mengevaluasi perkembangan lonjakan kasus Covid-19 dan mengimplementasikan PPKM level III dan IV yang ditetapkan berbasis kriteria penanganan di hulu dan hilir.

Menko Airlangga menambahkan kebijakan PPKM perlu dipahami dilakukan untuk menyeimbangkan life and livelihood yang diketahui merupakan solusi optimal bersama dengan vaksinasi.

"Untuk mengendalikan kasus aktif di hulu, Pemerintah mengingatkan bahwa peran penting masyarakat dalam penerapan 3 M sangat penting dan Gebrak Covid-19 ini betul-betul mengingatkan masyarakat bahwa Covid-19 itu hanya bisa dicegah apabila ada partisipasi dan kedisiplinan masyarakat," Menko kata Airlangga.

"Testing, tracing dan treatment menjadi penting untuk dilaksanakan. Tentu dengan jumlah testing yang besar kita bisa menjaring kasus aktif yang lebih tinggi. Namun ini lebih baik karena kita bisa mengetahui secara pasti berapa sebenarnya jumlah penduduk yang terpapar," kata Menko Airlangga.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk penerapan Digital Tracing dan dintegrasikan dengan aplikasi NAR dan Silacak. Tahap pertama, bagi masyarakat yang mau masuk ke tempat umum harus mengunggah aplikasi tersebut sehingga bisa diketahui sudah divaksinasi atau belum.

Kedepannya, seluruh mobilitas akan bergantung pada vaksinasi. PCR dan swab antigen yang menjadi syarat juga dapat terdeteksi di aplikasi ini. Tahap pertama ini akan disiapkan 2-3 minggu ke depan. Selanjutnya, aplikasi PeduliLindungi bisa digunakan untuk melakukan pelacakan masing-masing dan bisa memonitor seperti yang dilakukan di negara lain.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen, Pemerintah telah bekerja sama dengan berbagai negara termasuk Singapura dan terus mencari jalan dari dalam maupun luar negeri untuk menangani jumlah ketersediaan oksigen.

Baca Selanjutnya: Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi 37 -...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami