Pemerintah Teliti Dampak Penyebaran Virus Corona ke Ekonomi Indonesia

UANG | 22 Januari 2020 12:10 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah masih melihat potensi dampak penyebaran virus Corona di China terhadap Indonesia. Penyebaran virus ini diketahui telah membuat pasar keuangan Asia sampai Amerika Serikat terjeblos ke zona merah.

"Dari sisi potensi, kita harus melihat dari sisi regional global karena menyangkut hal yang mungkin muncul lebih banyak yang bisa tertransmisikan sama seperti SARS atau H1N1. Potensi ini yang kita lihat dampaknya," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/1).

Dia melanjutkan, pemerintah sudah melakukan antisipasi agar penyebaran virus Corona tidak masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan dan stakeholder lainnya sudah melakukan koordinasi untuk melakukan langkah mitigasi salah satunya di bandara.

"Untuk saat ini kalau dari sisi penyakit dan ancaman kita minta Kemenkes dan beliau sudah langkah-langkah antisipasi dan bahkan langkah di airport. Dan berbagai RS dan lembaga termasuk industri yang berhubungan dengan virus dan kesehatan lain. Kami terus berkoordinasi," paparnya.

Sebelumnya, Pihak berwenang China melaporkan tiga kasus kematian akibat virus misterius dan lebih dari 130 kasus baru selama akhir pekan, termasuk salah satunya ditemukan di Beijing dan selatan China untuk pertama kalinya. Satu kasus baru juga dilaporkan di Korea Selatan pada Senin.

Lonjakan kasus menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana virus ditularkan dan menambah kekhawatiran tentang penyebaran penyakit menjelang musim liburan di China.

1 dari 1 halaman

Penyebaran Virus

Komisi Kesehatan di Wuhan, asal virus tersebut pertama kali ditemukan bulan lalu, mengatakan pada Senin bahwa 136 kasus baru telah terdeteksi pada Sabtu dan Minggu, termasuk salah satu warga meninggal dunia. Sembilan pasien di kota tersebut masih dalam kondisi kritis.

Dua kasus baru dilaporkan terjadi di Beijing, dan satu kasus di Shenzhen, kota metropolis di selatan, dekat Hong Kong. Total kasus virus ini di China sekitar 200, lebih dari dua kali lipat dari jumlah yang dilaporkan sehari sebelumnya.

Kasus-kasus terbaru datang di tengah meningkatnya kekhawatiran di antara beberapa ahli bahwa wabah ini bisa lebih parah daripada yang dijelaskan pemerintah China.

Virus ini juga telah menyebar di luar China, di mana pihak berwenang di Korsel melaporkan pada Senin bahwa seorang perempuan China yang tiba di Bandara Internasional Incheon pada Minggu dari Wuhan positif terjangkit virus tersebut. Pekan lalu, tiga kasus dilaporkan terjadi di Thailand dan Jepang melibatkan orang-orang yang telah bepergian melalui Wuhan.

Ratusan juta penduduk di China diperkirakan akan berlibur pada Hari Raya Imlek, yang dimulai pada Jumat ini, pejabat kesehatan publik berupaya menghentikan kejadian luar biasa ini. (mdk/azz)

Baca juga:
Corona Virus Penyebab Pneumonia bisa Menyebar dari Manusia ke Manusia
China Kalang Kabut Karena Wabah Virus Corona Meningkat Jelang Tahun Baru Imlek
Waspadai Virus dari China, Sejumlah Negara Asia Perketat Pemeriksaan di Bandara
Apa dan Bagaimana Virus Mematikan di China yang Sudah Menyebar ke Thailand
Wabah Virus Mirip SARS Hantui China
China Pastikan Virus Baru Menular Antar-Manusia, Kini Sudah Menyebar ke Thailand

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.