Pemerintah Waspadai Dampak Resesi ke RI Akibat Pengenaan Tarif AS ke Produk Eropa

UANG | 4 Oktober 2019 09:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Rabu (2/10) menyetujui langkah-langkah pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengenakan tarif impor terhadap barang-barang asal Eropa senilai USD 7,5 miliar. Seketika, kekhawatiran tentang goyahnya ekonomi global pun kian semakin nyata. Dipastikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terganggu imbas menangnya Amerika Serikat di WTO tersebut.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku risau atas perluasan tarif AS ke Eropa itu. Apalagi, angka purchasing manager index (PMI) AS ikut merosot yang mengindikasikan ekonomi Amerika juga tengah mengalami kemunduran.

"Itu yang tadi saya galau betul karena begitu meluas. Dan tadi saya coba teliti purchasing manager index (AS) itu terendah sejak krisis. Saya tidak mau masuk policy-nya Amerika karena saya tak bisa ikut campur. Tetapi, dengan dikenakannya tarif semua itu, harga akan naik di dalam negeri mereka sendiri," tuturnya di Batu, Jawa Timur, Kamis (3/10) malam.

Kata Menteri Enggar, dengan persoalan yang saat ini dihadapi, maka akan ada koreksi lagi terhadap pertumbuhan ekonomi global. Eropa pun akan ikut tertekan pertumbuhannya.

Sedangkan untuk Indonesia, kinerja ekspor dipastikan akan ikut terpengaruhi dari aksi perluasan tarif ini. Pemerintah dinilai sudah cukup bagus jika berhasil menjaga ekspor di tingkat yang terbilang ideal.

"Memang idealnya ekspor kita harus naik, tapi yang penting kita tidak boleh terjun. Kalau kita terjun maka itu akan menjadi financial crisis (resesi) yang disebutkan itu akan terkena ke kita," tegasnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Pemerintah Diminta Waspadai 2 Faktor Pemicu Resesi Ekonomi
Antisipasi Krisis Ekonomi, BUMN Diminta Giat Cari Peluang Bisnis
Pengusaha Butuh Pemerintah Antisipasi Potensi Krisis Ekonomi
Pengusaha Sambut Baik Omnibus Law, Antisipasi Potensi Krisis Global
BI Akui Indonesia Sudah Terdampak Pelemahan Ekonomi Global
Ibu Kota Baru di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi dan Kepungan Asap
Tahun Depan, Pemerintah Siapkan Rp2 Triliun dan Undang Swasta Bangun Ibu Kota Baru

(mdk/bim)