Pemerintah Waspadai Lonjakan Kasus Positif dan Keterbatasan Vaksin Covid-19

Pemerintah Waspadai Lonjakan Kasus Positif dan Keterbatasan Vaksin Covid-19
antisipasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori
UANG | 6 Mei 2021 12:24 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia terus mewaspadai terjadinya risiko perlambatan ekonomi secara global. Mengingat beberapa negara mengalami lonjakan kasus aktif harian Covid-19 cukup tinggi.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, meningkatnya kasus harian di sejumlah negara menjadi alarm bagi seluruh negara. Apalagi ditambah adanya pembatasan vaksin Covid-19.

"Ada beberapa masalah yang masih perlu di waspadai terutama mengenai kasus harian yang semakin meningkat dan juga akses vaksin yang mungkin belum merata," ujarnya dalam dialog Kabar Penyerapan Dana PEN 2021, Kamis (6/5).

Kunta menambahkan, keterbatasan vaksin terjadi karena India melakukan embargo ke beberapa negara. Hal itu dikarenakan, negara produksi vaksin tersebut telah mengalami lonjakan kasus aktif Covid-19 yang meningkat.

"Salah satunya adanya embargo dari India ini juga membuat distribusi vaksin mulai ada kendala," jelasnya.

Kemudian risiko perlambatan ekonomi dari sisi internal dikhawtirkan terjadi karena ada beberapa sektor yang mungkin secara kontak intensif masih sulit pulih, yakni hotel dan restoran. "Tetapi ini juga perlu untuk menghadapi risiko-risiko yang masih ada terus kita mengendalikan pandemi melakukan recovery dan rebound," jelasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Kondisi Covid-19 di Riau Mengkhawatirkan, Bupati Siak Imbau Warga Salat Id di Rumah
Covid-19 Kian Merebak di Antara Para Pendaki Gunung Everest
Ribuan Muslim Syiah Pakistan Berjubel Peringati Kematian Ali bin Abi Thalib
Kuala Lumpur Lockdown Penuh karena Kasus Covid-19 Melonjak
Data WNA Positif Terinfeksi Covid-19 Per 6 Mei
Kematian Covid-19 di Sumsel Posisi Ketiga, Satgas Minta Pemprov Evaluasi Penanganan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami