Pemprov Jabar Siapkan Rp800 Miliar untuk Menutup 40 Persen Iuran Peserta BPJS

UANG | 7 November 2019 18:17 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 miliar dalam rancangan APBD 2020 untuk menutup 40 persen peserta BPJS Kesehatan golongan masyarakat tidak mampu. Saat ini, data Dinas Sosial mencatat jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang disubsidi mencapai 4,048 juta jiwa.

Penjabat (Pj) Sekda Jabar, Daud Ahmad mengatakan, anggaran ini meningkat dari semula yang direncanakan Rp600 miliar karena iuran pun naik dipatok Rp42.000 bagi setiap peserta.

Namun, asumsi angka ini juga masih dalam perkiraan sementara sambil menunggu data penerima BPJS PBI dari kota dan kabupaten. Tahun ini, Pemprov Jabar sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp403 miliar per Agustus 2019 kemarin diberikan kepada 3 juta jiwa masyarakat miskin.

"Setiap tahunnya iuran BPJS PBI menjadi bagian dari pembiayaan yang harus ditanggung pemerintah untuk membantu masyarakat miskin," ucap dia saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (7/11).

1 dari 1 halaman

Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Di lain pihak, Komisi V DPRD Jabar mendukung penolakan kenaikan tarif iuran BPJS yang dilakukan pemerintah. Kebijakan yang diambil pemerintah pusat ini dinilai tidak logis di tengah BPJS yang defisit.

Pemerintah pusat harus mengkaji ulang terkait kebijakan tarif BPJS ini. Terlebih, para peserta jaminan di kelas III didominasi masyarakat kelas bawah.

"(Penolakan) ini akan terus kami sampaikan ke perwakilan kami di DPR RI. Ini harus diperjuangkan," pungkasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Menkes dan Dirut BPJS Rapat dengan Komisi IX DPR
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibayangi Risiko Besarnya Tunggakan Peserta
Siap-siap, Potongan Gaji Karyawan Lebih Besar Buat Bayar BPJS Kesehatan di 2020
Iuran Naik, Banyak Peserta BPJS Diprediksi Turun Kelas
Iuran Naik dan Ingin Turun Kelas BPJS Kesehatan, ini Cara dan Syaratnya
Efek Domino Kenaikan BPJS Kesehatan