Pendaftaran Peserta Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Akhir Juli 2020

Pendaftaran Peserta Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Akhir Juli 2020
UANG | 13 Juli 2020 18:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, memberi sinyal dibukanya pendaftaran Kartu Prakerja batch 4 pada akhir Juli ini. Rencana kuota dapat mencapai 500.000 orang peserta yang memberi prioritas pada pekerja terdampak berdasarkan data whitelist dari Kementerian Ketenagakerjaan.

"Komite mengharapkan agar batch 4 dapat segera dibuka pada akhir Juli 2020 dengan. Selanjutnya komite juga mengharapkan agar pelatihan offline dapat segera dibuka pada pertengahan Agustus 2020 pada daerah yang sudah memungkinkan dengan memperhatikan sejumlah protokol kesehatan dan physical distancing," kata Susi dalam Konferensi Pers tentang Kartu Prakerja (Perpres 76/2020) di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (13/7).

Sejalan dengan diterbitkannya Perpres 76/2020, Susiwijono menyebutkan bahwa pemerintah ingin program, Kartu Prakerja ini tepat sasaran. Sehingga regulasinya harus lebih matang. Apalagi harus disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini.

"Dengan adanya Perpres ini, maka kami harapkan pelaksanaan program dapat berjalan dengan lancar, karena gelombang-gelombang selanjutnya sudah amat dinantikan oleh para calon peserta program Kartu Prakerja," ujar Susi.

1 dari 1 halaman

Penerima Kartu Prakerja

prakerja

Sesmenko Perekonomian menjelaskan, selain kepada pencari kerja, Kartu Prakerja juga diberikan kepada pekerja/buruh yang terkena PHK dan pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja, termasuk pekerja/buruh yang dirumahkan serta pekerja bukan penerima upah, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.

Susi menjelaskan, dalam merespon pandemi covid-19, Kartu Prakerja difungsikan sebagai salah satu instrumen untuk penyaluran bantuan sosial. Di mana tujuan awalnya sebagai program bagi pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan mereka.

"Karena itulah dalam pelaksanaannya, karena ada pergeseran baik dari sisi tujuan dan teknis pelaksanaannya ada beberapa yang harus disesuaikan di tingkat regulasi dan aturannya," kata Susi.

Melalui Perpres 76/2020 ini, lanjut Susi, Pemerintah ingin memastikan bahwa kartu prakerja tepat sasaran dan tepat guna. Juga penguatan dan peningkatan dari kualitas program dan kebijakan, terutama di masa pandemi ini.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Pemerintah Terbitkan Perpres Baru Agar Program Prakerja Tepat Sasaran
Alasan Program Pelatihan Kartu Prakerja Tak Diperlukan Selama Ada Pandemi
Indef Minta Jokowi Hentikan Program Prakerja Sebab Anggaran Terbatas
KPK Nilai Perpres Kartu Prakerja Sudah Memuat Rekomendasinya
KPK Harap Program Kartu Prakerja Diperbaiki Secara Menyeluruh
Digitalisasi Program Kartu Prakerja Dinilai Minimalkan Praktik Korupsi
CEK FAKTA: Tidak Benar Rp502 T Anggaran Covid-19 Dialihkan untuk Kartu Prakerja

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami