Pendapatan Angkasa Pura I Terjun Bebas Akibat Pandemi Covid-19

Pendapatan Angkasa Pura I Terjun Bebas Akibat Pandemi Covid-19
bandara ngurah rai bali. ©2014 merdeka.com/faisal assegaf
EKONOMI | 6 Desember 2021 18:45 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kinerja keuangan Angkasa Pura I mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19. Perusahaan hanya mengantongi pendapatan Rp3,9 triliun di 2020 dari sebelumnya Rp8,6 triliun di 2019. Pendapatan AP I diprediksi diramal kembali turun pada 2021 ini akibat anjloknya jumlah penumpang yang hanya mencapai 25 juta orang.

"Dengan situasi trafik yang menurun dan adanya tekanan keuangan, Angkasa Pura I harus dihadapkan dengan kewajiban membayar pinjaman sebelumnya yang digunakan untuk investasi pengembangan bandara," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, dalam keterangan resmi, Minggu (5/12).

Digambarkan jika pandemi Covid-19 berdampak terhadap penurunan drastis trafik penumpang di 15 bandara AP I.Sebagai gambaran, pada 2019, trafik penumpang di bandara Angkasa Pura I mencapai 81,5 juta penumpang.

Namun ketika pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020, trafik penumpang turun menjadi 32,7 juta penumpang dan pada 2021 ini diprediksi hanya mencapai 25 juta penumpang.

Sebagai upaya keluar dari tekanan kinerja tersebut, manajemen perusahaan tengah menyusun skema restrukturisasi finansial maupun operasional yang direncanakan rampung pada Januari 2022.

“Namun di tengah situasi sulit ini, manajemen telah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis untuk meminimalisir dampak pandemi terhadap kinerja Angkasa Pura I, yaitu dengan melakukan restrukturisasi operasional dan finansial," ujar Faik.

Dia mengingatkan jika sektor aviasi dan pariwisata merupakan sektor yang sangat terdampak pandemi Covid-19 di mana pandemi ini masih belum dapat diprediksi kapan akan berakhir. "Situasi pandemi yang berkepanjangan membawa tekanan kepada kinerja operasional dan keuangan Angkasa Pura I,” lanjut dia.

2 dari 3 halaman

Trafik Penumpang November 2021

Namun demikian, pertumbuhan trafik penumpang sebanyak 3.434.671 di November 2021. Angka ini naik sebesar 16,7 persen jika dibanding Oktober 2021 yang tercatat 2.860.812 pergerakan penumpang.

Trafik penumpang pada November ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 2021, di mana trafik penumpang tertinggi sebelumnya terjadi pada Juni 2021 yaitu sebesar 3.426.376 pergerakan penumpang.

Pertumbuhan juga terjadi pada trafik pesawat pada November 2021 yang tumbuh 12,1 persen dari 30.730 pergerakan pesawat pada Oktober 2021, menjadi 34.479 pergerakan pesawat pada November 2021. Begitu juga dengan trafik kargo yang tumbuh sekitar 1 persen dari 39.028.581 kg pada Oktober menjadi 39.048.058 kg pada November 2021.

"Peningkatan trafik penerbangan di tengah melandainya angka kasus Covid-19 di Tanah Air menunjukkan bahwa melakukan perjalanan udara melalui bandara adalah hal yang aman dilakukan dan bandara bukan merupakan penyebab munculnya kluster penularan Covid-19,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, di Jakarta, Senin (6/12).

3 dari 3 halaman

Perketat Protokol Kesehatan

Di lain hal, Angkasa Pura I akan meningkatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) bandara untuk memperketat penerapan protokol kesehatan bagi penumpang penerbangan internasional. Terutama penumpang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Sam Ratulangi Manado untuk mengantisipasi masuknya Covid-19 varian B.1.1.529 atau Omicron yang telah terkonfirmasi di 23 Negara.

Koordinasi juga dilakukan bersama Imigrasi, Satgas Covid-19 tingkat daerah dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai garda terdepan pemeriksaan penumpang kedatangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Langkah pengetatan untuk pelaku perjalanan internasional mengacu pada regulasi yang dikeluarkan pemerintah yaitu Addendum SE Satgas Covid-19 No 23 Tahun 2021 dan SE Kemenhub 102 Tahun 2021.

Dalam peraturan tersebut Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan penutupan sementara masuknya WNA, baik secara langsung maupun transit di negara asing, yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi dalam kurun waktu 14 hari dari negara/wilayah yang telah mengkonfirmasi adanya transmisi varian Omicron, yaitu Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong, serta negara yang secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus Omicron yaitu Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini dan Lesotho.

 

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Baca juga:
AP I Minta Dispensasi Pajak Bandara Yogyakarta dari Rp28 Miliar Jadi Rp10 Miliar
Buah Manis Kejujuran, Halimah yang Menemukan Cek Miliaran Diangkat Jadi Supervisor
AP I Terapkan Aturan Baru Terkait Perjalanan Internasional
Tak Lagi Wajib Tes PCR, Penumpang Pesawat di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Meningkat
AP I Gratiskan Biaya Pendaratan Bandara Bali Hingga Akhir 2021
Angkasa Pura I Nunggak Bayar Pajak Bandara Rp28 Miliar ke Pemkab Kulon Progo

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami