Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Indonesia Tembus Rp62,23 Triliun di Kuartal 1-2019

UANG | 20 Juni 2019 21:34 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa pendapatan industri asuransi jiwa Indonesia di Kuartal I-2019 mencapai sebesar Rp62,23 triliun. Angka ini meningkat 19,7 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,97 triliun.

"Kinerja industri asuransi jiwa di Kuartal I-2019, mencatatkan total pendapatan yang meningkat sebesar 19,7 persen," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, melalui keterangan resminya, Kamis (20/6).

Budi mengatakan peningkatan pendapatan ini seiring dengan membaiknya kondisi pasar investasi Indonesia. Di mana hasil investasi menyokong pertumbuhan total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang kuartal pertama 2019 sebesar Rp13,41 triliun. "Perbaikan kinerja hasil investasi asuransi jiwa tersebut dipengaruhi oleh membaiknya kondisi pasar modal Indonesia yang ditandai dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang kuartal pertama 2019," katanya.

Di samping itu, pendapatan tersebut juga ditopang dari total klaim dan manfaat yang dibayarkan serta jumlah agen berlisensi di industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan. Adapun total klaim dan manfaat industri asuransi jiwa pada Kuartal I-2019 turut bertumbuh sebesar 0,01 persen menjadi Rp34,51 triliun dibandingkan pada Kuartal I-2018.

Sementara jumlah tenaga pemasar turut meningkat 0,4 persen, menjadi 595.192 orang di Kuartal I-2019, dan tercatat 90,3 persen dari jumlah tenaga pemasar tersebut berasal dari saluran keagenan.

Meski masing-masing mengalami pertumbuhan namun pendapatan premi mengalami perlambatan. Kondisi ini berbalik dengan pendapatan premi lanjutan yang meningkat sebesar 3,7 persen dari periode tahun lalu. "Total pendapatan premi melambat 11,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dimana perlambatan ini disebabkan oleh penurunan total Premi Bisnis Baru sebesar 19,2 persen," katanya.

Selain karena adanya penurunan pendapatan premi, total aset di kuartal pertama melambat 2,4 persen, yang salah satunya dipengaruhi oleh pemenuhan kewajiban pembayaran klaim. Namun, AAJI mencatat, selama Kuartal I-2017 sampai dengan Kuartal I-2019, total aset perusahaan asuransi jiwa masih mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6,2 persen.

Sedangkan pembayaran klaim dan manfaat sepanjang Kuartal I-2019 sebesar Rp34,51 triliun. Adapun dari jumlah tersebut diberikan para nasabah dalam membayarkan klaim, baik klaim murni saat risiko terjadi, maupun penarikan dana sebagian, penebusan polis, anuitas, dan manfaat lainnya.

Berdasarkan data AAJI periode Kuartal I-2010 sampai dengan Kuartal I-2019 bahwa rata-rata pertumbuhan nilai klaim dan manfaat yang dibayarkan menunjukkan peningkatan sekitar 13,1 persen. Di mana dalam 10 tahun tersebut total klaim yang sudah dibayarkan sebesar Rp34,51 triliun atau rata-rata per tahun untuk klaim yang dibayarkan sebesar Rp20,81 triliun.

Ketua Bidang AAJI, Wiroyo Karsono mengungkapkan proporsi terbesar pembayaran klaim dan manfaat adalah klaim nilai tebus (surrender) yang mencapai 54,1 persen, atau melambat 10,2 persen menjadi Rp18,69 triliun di Kuartal I-2019 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca juga:
Chubb Gelontorkan Rp750 Juta Bangun Gedung Sekolah Terdampak Bencana di Sulawesi
Hoaks Struk Tol Hilang Tak Dapat Asuransi, Ini Penjelasan Jasa Marga
Asuransi BRI Life Siapkan 15.000 Polis untuk Pemudik Lebaran
Askrindo Beri Asuransi Peserta Mudik Gratis BUMN, Total Nilai Tanggungan Rp29 M
Ini Pentingnya Asuransi Kendaraan Selama Mudik Lebaran
Bisakah BPJS Kesehatan Terbebas dari Defisit?

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT