Penerapan Protokol Kesehatan Seharusnya Tak Hambat Upaya Menggairahkan Penerbangan

Penerapan Protokol Kesehatan Seharusnya Tak Hambat Upaya Menggairahkan Penerbangan
UANG | 23 September 2020 16:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pengamat Penerbangan dari Pusat Studi Air Power Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim menilai penerapan kebijakan pembatasan jumlah penumpang di pesawat sebanyak 70 persen perlu ditinjau ulang.

"Pemerintah dapat segera melakukan pembenahan dan penyesuaian aturan serta menetapkan sasaran jangka pendek untuk mengatasi ini semua, dalam konteks pembenahan aturan sudah selayaknya harus mencakup protokol kesehatan yang harus dipatuhi tanpa syarat," kata Chappy dalam webinar Resiliensi Kinerja dan Strategi Pemulihan Bisnis Sektor Transportasi Udara Pada Saat dan Pasca Pandemi covid-19, Rabu (23/9).

Menurutnya, pola kepatuhan terhadap ketentuan protokol kesehatan hendaknya tidak menjadi hambatan bagi upaya membangkitkan gairah penumpang dalam menggunakan kembali jasa angkutan transportasi udara.

Misalnya tentang pembatasan 70 muatan pesawat perlu ditinjau ulang tanpa mengabaikan standar protokol kesehatan yang berlaku, lalu kelengkapan High-Efficiency Particulate Air (HEPA) atau penyaring partikel udara dalam kabin pesawat patut pula menjadi rujukan bagi ketentuan persentase jumlah penumpang yang dapat diizinkan terbang.

Baca Selanjutnya: Keringanan Pajak...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami