Penerbangan di Solo Tak Terpengaruh Larangan Penggunaan Boeing 737 Max 8
UANG | 14 Maret 2019 13:05 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan melarang operasional pesawat pesawat Boeing 787 Max 8 beroperasi hingga batas waktu yang belum ditentukan. Larangan tersebut diberlakukan setelah insiden jatuhnya pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines di Ethiopia beberapa waktu lalu.

Sejumlah maskapai penerbangan di Solo mengaku tak terpengaruh dengan kebijakan pemerintah tersebut. Pasalnya dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air yang memiliki tipe pesawat tersebut, masih memiliki pesawat lain sebagai pengganti.

"Garuda memang punya satu tipe pesawat Boeing 737 Max-8. Tapi selama ini bukan untuk penerbangan dari atau ke Solo. Hanya untuk rute Jakarta-Singapura dan Jakarta-Hongkong PP, " ujar General Manager Garuda Indonesia Branch Office Solo, Hendrawan Kamis (14/3).

Hendrawan menerangkan, pesawat tersebut untuk sementara tidak dioperasikan. Untuk rute yang ada selama ini masih tetap dilayani, namun menggunakan pesawat cadangan.

Dihubungi terpisah, Area Manager Lion Grup DIY-Jateng, Widi Wiyanti menyampaikan, larangan Boeing 737 Max 8 menyebabkan 10 pesawat dihentikan operasionalnya sementara. Kendati demikian, keputusan tersebut tidak mengganggu penerbangan dari dan ke Bandara Adi Soemarmo.

"Kami melaksanakan SOP (standar operasional prosedur) pengoperasian pesawat udara sesuai dengan aturan dan petunjuk yang berlaku. Termasuk juga melakukan pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat," tutupnya.

Baca juga:
Boeing Tangguhkan Seluruh Pesawat Boeing 737 Max
Menko Luhut Tunggu Respons Boeing soal Kecelakaan Boeing 737 Max 8
5 Negara Ini Melarang Boeing 737 Max 8 Melintas di Ruang Udaranya
Thailand Larang Terbang Boeing 737 Max 9 Selama Tujuh Hari
Luhut Panggil Kemenhub dan KNKT Bahas Perkembangan Boeing 737 Max 8

(mdk/fik)