Penerimaan Cukai Hingga Juni Rp66 Triliun, Baru 40 Persen dari Target 2019

UANG | 16 Juli 2019 19:29 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Keuangan mencatat penerimaan cukai mencapai sebesar Rp66,70 triliun sampai dengan semester I- 2019. Angka ini baru 40,30 persen dari target penerimaan cukai pada APBN tahun 2019. Capaian tersebut tumbuh signifikan sebesar 30,89 persen dibandingkan capaian tahun lalu.

"Pertumbuhan penerimaan cukai dikontribusi oleh cukai hasil tembakau (CHT), dan kemudian minuman mengandung etil alkohol (MMEA) serta etil alkohol (EA)," demikian mengutip data APBN Kita di Jakarta, Selasa (16/7).

Penerimaan CHT, merupakan kontributor terbesar penerimaan cukai. Tercatat hingga bulan Juni 2019 penerimaan CHT mencapai sebesar Rp63,82 triliun atau 40,18 persen dari targetnya. Capaian penerimaan CHT tumbuh tinggi sebesar 31,59 persen dibanding pertumbuhan Juni 2018 yang hanya 14,84 persen.

Pertumbuhan positif tersebut sebagai efek dari kebijakan relaksasi pelunasan pita cukai (CK1), ditambah semakin gencarnya program Penertiban Cukai Berisiko Tinggi (PCBT) dalam mengurangi peredaran rokok ilegal.

Sementara penerimaan MMEA sepanjang semester I tahun 2019 mencapai sebesar Rp2,78 triliun, capaian ini tumbuh positif sebesar 17,75 persen dibanding capaian periode yang sama tahun lalu.

"Program PCBT turut berkontribusi dalam mengurangi peredaran MMEA ilegal, alhasil MMEA legal produksi dalam negeri memenuhi pasar yang sebelumnya dipenuhi produk MMEA ilegal."

Sedangkan untuk penerimaan EA, hingga bulan Juni 2019 tercatat telah mencapai Rp0,06 triliun atau 36,98 persen dari targetnya.

Baca juga:
Menkeu Sri Mulyani: RAPBN 2020 untuk Dukung Visi dan Janji Kampanye Jokowi
Pengusaha Khawatir Pemberlakuan Cukai Plastik Turunkan Daya Beli Masyarakat
Bea Cukai Beri Kemudahan Aturan Kepabeanan di Perbatasan, ini Detailnya
DPR Minta Obyek Cukai Plastik Tak Hanya Kantong Kresek
Usai Pajak, Pemerintah Didorong Reformasi Sektor Cukai IHT
Tingkatkan Cukai Hasil Tembakau, Pemerintah Perketat Penindakan Hukum

(mdk/idr)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com