Penerimaan Negara Turun, Sri Mulyani Perlebar Defisit Anggaran 0,2 Persen di 2021

Penerimaan Negara Turun, Sri Mulyani Perlebar Defisit Anggaran 0,2 Persen di 2021
Menkeu Sri Mulyani. ©2020 Humas BNPB
UANG | 11 September 2020 10:43 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperlebar defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun depan sebesar 0,2 persen. Dengan pelebaran tersebut maka defisit 2021 menjadi 5,7 persen dari sebelumnya 5,5 persen.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, defisit anggaran naik karena penerimaan negara yang disepakati mengalami penurunan sedangkan belanja mengalami kenaikan. Dalam postur sementara, belanja negara ditetapkan naik sebesar Rp2,5 triliun menjadi Rp2.750 triliun dari sebelumnya sebesar Rp2.747,5 triliun di RAPBN 2021.

Sedangkan, penerimaan negara turun Rp32,7 triliun menjadi Rp1.743,6 triliun dari sebelumnya Rp1.776,4 triliun.

"Maka sementara dari sisi pendapatan terjadi perubahan, defisit anggaran alami kenaikan 0,2 persen dari yang disampaikan presiden," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jumat (11/9).

Dia menjelaskan, kenaikan belanja terjadi karena adanya penyesuaian anggaran pendidikan yang akan menjadi pos pembiayaan serta adanya tambahan cadangan belanja untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekitar Rp15,8 triliun.

Baca Selanjutnya: Perubahan Pembiayaan Anggaran...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami