Penerimaan Pajak 2020 Diprediksi Hanya Capai Rp 1.239 Triliun

Penerimaan Pajak 2020 Diprediksi Hanya Capai Rp 1.239 Triliun
UANG | 3 September 2020 16:26 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, menyebut penerimaan pajak tahun ini akan sulit mencapai target Perpres 72/2020 yang mengatur Perubahan Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Paling tidak, dia perkirakan penerimaan perpajakan di tahun ini bakal berada dikisaran Rp1.239 triliun.

"Penerimaan perpajakan di tahun 2020 hanya Rp1.239 triliun. Ini sangat rendah banget dan bisa memunculkan defisit yang membengkak," kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (3/9).

Menurutnya, penerimaan perpajakan yang lemah ini sudah terjadi sejak tahun lalu sebelum adanya pandemi Covid-19. Sehingga dengan adanya krisis ini menyebabkan penerimaan pajak makin merosot tajam.

Dia mencatat realisasi penerimaan pajak sampai saat ini baru mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan. Jika dirinci berdasarkan data perhitungan Indef, penerimaan pajak PPh baru sekitar 55,13 persen dari Perpres 72/2020, kemudian PPh Migas sekitar 62,01 persen dan PPh non migas 54,79 persen.

"PPN yang juga lumayan jeblok, belum mencapai 50 persen dari target yang tertera di Perpres 72/2020 sebesar Rp507,5 triliun," katanya.

Baca Selanjutnya: Penurunan Kinerja Industri Pengaruhi Sumbangan...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami