Penerimaan Pajak Januari Anjlok 15 Persen Jadi Hanya Rp68,5 Triliun

Penerimaan Pajak Januari Anjlok 15 Persen Jadi Hanya Rp68,5 Triliun
Sri Mulyani. ©2012 Merdeka.com/dok
UANG | 23 Februari 2021 18:30 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan pajak sebesar Rp68,5 triliun per Januari 2021. Angka ini turun 15,3 persen dari capaian Januari 2020 yang sebesar Rp80,8 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, lambatnya realisasi penerimaan pajak pada awal tahun ini dipicu melambatnya penerimaan PPh Migas yang sebesar Rp2,3 triliun, atau turun 19,8 persen dari Rp2,9 triliun tahun lalu.

"Harga dari migas kita dibandingkan Januari tahun lalu, meski sudah di atas asumsi, itu masih di bawah kondisi harga minyak tahun 2020. Jadi, memang mengalami penurunan," kata dia saat konferensi pers secara virtual, APBN KiTa Selasa (23/2).

Bendahara Negara itu menyebut, penerimaan pajak non migas juga mengalami kontraksi hingga minus 15,2 persen. Nilainya sebesar Rp66,1 triliun pada Januari 2021, sementara periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp77,9 triliun.

"Jangan lupa para wajib pajak dunia usaha masih dapat insentif fiskal yang kita perpanjang, jadi sebagian kontraksi ini karena kita beri ruang bagi para pelaku usaha untuk dapat insentif pajak karena mereka belum sepenuhnya pulih dari Covid," ucapnya.

Dia menjelaskan, kondisi ini tergambarkan dari penerimaan pajak per jenisnya. PPh Pasal 21 misalnya masih terkontraksi 6,05 persen. Demikian juga PPh Pasal 22 Impor yang terkontraksi 12,88 persen.

Sementara itu, PPh Orang Pribadi terkontraksi 9,74 persen, PPh Badan terkontraksi 54,44 persen, PPh Pasal 26 terkontraksi 8,79 persen, PPh Final minus 14,3 persen, PPN Dalam Negeri minus 17,8 persen dan PPN Impor minus 13,31 persen.

Baca Selanjutnya: Berdasarkan Sektor Industri...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami