Pengajar dan Tenaga Kesehatan Jadi Posisi Paling Dibutuhkan dalam Seleksi CPNS 2020

UANG | 10 Desember 2019 17:46 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan, pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2020 akan kembali dibuka jika kuota tahun ini belum mencukupi. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya seleksi CPNS di beberapa daerah jumlah peserta yang lulus tidak mencukupi kebutuhan.

"Tahun kemarin itu ada banyak daerah yang tidak lulus semua juga ada," kata dia, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (10/12).

Dia mengungkapkan, saat ini tenaga yang dibutuhkan untuk CPNS adalah jurusan IT dan tenaga spesialis lainnya, seperti dokter hingga ahli intelijen untuk formasi di BIN. "Kalau ada yang memenuhi kebutuhan masih banyak maka tahun depan kalau (seleksi CPNS 2019) ini sudah selesai akan kami buka lagi," ujarnya.

Namun dia mengaku belum mengetahui kapan kira-kira seleksi CPNS 2020 bakal dibuka. Sebab, untuk proses seleksi tahun ini saja memakan proses yang tidak sebentar sejak pembukaan dibuka pada 11 November lalu.

Dia mengatakan, posisi yang akan paling banyak dibutuhkan pada 2020 adalah tenaga pengajar dan kesehatan, terutama untuk penempatan di daerah. "Jadi ke depan kita mengutamakan untuk pengadaan tenaga guru, dan tenaga kesehatan, di tambah tenaga-tenaga penyuluhnya. Makanya kalau tahun ini sudah, kita nanti buka lagi," tutupnya.

1 dari 2 halaman

Pendaftaran CPNS Resmi Ditutup

Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menyampaikan pembaruan status pelamar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Dari akun media sosial Facebook BKN, tercatat hingga Sabtu (30/11), sebanyak 5.044.482 orang yang sudah membuat akun, naik sekitar 20 ribu dari hari sebelumnya.

Kemudian, 4.406.310 orang sudah mengisi formulir di akun mereka namun belum mensubmitnya. Sementara, total pelamar yang sudah submit dan telah mendapat kartu pendaftaran CPNS 2019 mencapai 4.132.739 orang.

Kementerian Hukum dan HAM masih jadi instansi dengan pelamar terbanyak, begitu pula dengan formasi Sipir baik pria maupun wanita. Total pelamar instansi ini menyentuh angka 708.488 orang. Meski demikian, ada beberapa formasi CPNS yang ternyata belum ada pendaftarnya sama sekali, meskipun sudah dekat dengan waktu penutupan.

2 dari 2 halaman

10 Formasi Nol Pendaftar

Berikut daftar lengkapnya:

1. Asisten Ahli - Dosen Arkeologi
2. Asisten Ahli - Dosen Asas-Asas Kebudayaan Islam
3. Asisten Ahli - Dosen Bahasa Pali
4. Asisten Ahli - Dosen Diksi
5. Asisten Ahli - Dosen Etnomusikologi
6. Asisten Ahli - Dosen Hadits Ahkam
7. Asisten Ahli - Dosen Ilmu Jiwa Pendidikan
8. Asisten Ahli - Dosen Keterampilan Menggambar Dan Prakarya
9. Asisten Ahli - Dosen Manajemen Haji Dan Umrah
10. Asisten Ahli - Dosen Manajemen Organisasi Dakwah

Sementara, instansi berikut ini juga masih sepi peminat dengan jumlah pendaftar terbanyak hanya 528 orang saja:

1. Kementerian Koordinator Bidang PMK sebanyak 528 pendaftar
2. Sekretariat Jenderal MPR sebanyak 483 pendaftar
3. Pemerintah Kab. Bone Bolango sebanyak 483 pendaftar
4. Kementerian Pemuda dan Olahraga sebanyak 481 pendaftar
5. Pemerintah Kab. Maluku Barat Daya sebanyak 470 pendaftar
6. Setjen KOMNAS HAM sebanyak 455 pendaftar
7. Pemerintah Kab. Bombana sebanyak 428 pendaftar
8. Pemerintah Kota Bitung sebanyak 394 pendaftar
9. Pemerintah Kab. Labuhanbatu Selatan sebanyak 393 pendaftar
10. Kementerian Riset dan Teknologi sebanyak 378 pendaftar. (mdk/azz)

Baca juga:
Beredar Pesan Penipuan Pembagian NIP Lewat WhatsApp, Pelamar CPNS Diminta Hati-Hati
Sosialisasi Sistem Seleksi CPNS 2019/2020, BKN V Jakarta Gelar Simulasi CAT
Pemerintah dan BUMN Beri Peluang Disabilitas Meniti Karir, Ini Syaratnya
Guru Besar IPDN: Syarat SKCK Buat Pendaftar CPNS jadi Ribet
Pelamar CPNS 2019 Kesulitan Peroleh Informasi Kompetitor, Ini Penjelasan Lengkap BKN
Ratusan Lowongan CPNS untuk Formasi Guru di Solo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.