Pengamat Harap Kementan Selektif Beri RIPH Bawang Putih ke Importir

Pengamat Harap Kementan Selektif Beri RIPH Bawang Putih ke Importir
UANG | 18 Februari 2020 23:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih. Penerbitan RIPH dianggap bisa mengatasi stok bawang putih dalam negeri yang kian menipis, yakni 70.000 ton untuk kebutuhan hingga Maret 2020.

Pengamat pertanian Universitas Nasional (Unas) Inkorena GS Sukartono, mengatakan RIPH tidak bisa asal diberikan kepada importir yang tidak mematuhi ketentuan berlaku.

"Importir kan harus tanam (bawang putih) sebanyak 5 persen sesuai ketentuannya. Nah, dikhawatirkan bisa saja yang tidak dapat RIPH itu kemudian membuat gejolak harga," ujar Sukartono, Selasa (18/2).

Sukartono meyakini, Kementan bersama importir penerima RIPH serta instansi berwenang lainnya pasti telah menghitung secara cermat kebutuhan bawang putih nasional.

"Sehingga tidak mungkin menetapkan asal-asalan harga jual karena telah ada ketentuannya di RIPH. Kalau masih mahal harga (bawang putih) berarti ada yang tidak beres," ucapnya.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya anggota Komisi IV DPR...

Halaman

(mdk/cob)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami