Pengamat soal Chatib Basri Jadi Wakil Komut Bank Mandiri: Dia Bukan Orang Perbankan

Pengamat soal Chatib Basri Jadi Wakil Komut Bank Mandiri: Dia Bukan Orang Perbankan
UANG | 8 Desember 2019 19:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda perubahan kepengurusan. Dalam RUPS tersebut Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Chatib Basri untuk menduduki posisi Wakil Komisaris Utama.

Direktur Eksekutif Sinergi BUMN Institute, Achmad Yunus mengatakan, dengan ditunjuknya Chatib Basri menjadi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri, terbukti bahwa regenerasi tidak berjalan dengan baik.

"Banyak ekonom-ekonom muda yang fresh dan ahli di bidang perbankan bisa mengisi posisi tersebut. Sementara Pak chatib keahliannya di bidang makro ekonomi, dia bukan orang perbankan, tidak punya pengalaman di bank, tapi dia politik ekonomi," ujar Achmad saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (8/12).

Menurutnya, kebijakan-kebijakan Chatib Basri saat menjabat Menteri Keuangan atau kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sangat melayani kepentingan asing dan jaringan internasional. Sedangkan Indonesia selalu menjadi objek yang justru semakin jauh dari keberpihakan pada kesejahteraan rakyat.

Lanjut Achmad, Bank mandiri adalah BUMN, yakni sebagai instrumen ekonomi kerakyatan. Maka seharusnya menjadi benteng, untuk menghalangi dari serangan kapitalisme dan kepentingan asing, yang justru menjerumuskan ekonomi nasional.

"Diperlukan sosok ekonom nasionalis yang paham perbankan. Saya khawatir penempatan beliau cenderung akan melayani dan berpihak pada kepentingan-kepentingan asing, hal ini untuk mencegah terjadinya "penggadaian" bank mandiri ke depan," pungkasnya.

Baca Selanjutnya: Dibutuhkan Komitmen Kuat...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami