Pengelolaan Potensi Laut RI Tak Maksimal Tanpa Sumber Daya Manusia Mumpuni

Pengelolaan Potensi Laut RI Tak Maksimal Tanpa Sumber Daya Manusia Mumpuni
UANG | 23 September 2020 13:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman RI 2014-2015, Indroyono Soesilo memaparkan bahwa laut tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi hanya merupakan hamparan air berwarna biru. Seluas-luasnya kepulauan dan hamparan laut di Indonesia, tidak akan menyumbang sesuatu bagi negara maupun dunia jika tidak ada yang memahami pengelolaan lautnya.

"Masyarakat Indonesia lebih suka berpaling ke darat karena itu terlihat nyata dan lebih mudah dijangkau. Padahal, keanekaragaman laut kita berhasil menggapai urutan nomor satu di dunia," ujar Indroyono dalam perayaan Hari Maritim Nasional, Rabu (23/9).

Potensi Indonesia dalam kelautan tidak hanya ditilik dari mega biodiversity-nya atau keanekaragaman hasil laut, tetapi juga dari posisi geotektonik, wilayah arus lintas kepulauan RI, konsep wawasan nusantara yang telah disetujui oleh United Nations Convention of the Law of the Sea (UNCLOS) pada 1982, dan Indonesia berada di International Sea Lanes.

Potensi-potensi tersebut tersimpan di 3,25 Juta KM persegi luas lautan. Dari segi posisi geotektonik, Indonesia berada di pertemuan antara 3 lempeng besar tektonik yaitu, Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. "Adanya tubrukan dari 3 lempeng ini memang menghasilkan bencana alam, seperti gempa dan tsunami. Namun, di sini lah sumber daya mineral minyak dan gas bumi kita tersimpan," imbuhnya.

Lalu, arus lintas Indonesia bergerak dari Samudera Hindia melewati selat-selat di Indonesia, lalu sebagian kembali ke Pasifik. Arus ini bergerak hingga 10,5 Juta per meter kubik dan bisa dimanfaatkan untuk mengukur kapan saja jadwal migrasi ikan, memprediksi apakah akan terjadi el nino atau kemarau panjang, dan la nina yang berpotensi banjir. Selain itu, aliran arus ini bisa menandai seberapa subur hasil panen ataupun melacak kemungkinan terjadinya kebakaran hutan.

Sementara itu, di tahun 1982, Indonesia sudah disetujui oleh UNCLOS tentang konsep negara kepulauan yang telah diakui dunia dengan batas wilayah laut teritorial sebanyak 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas, dan jalur Zona Ekonomi Eksklusif selebar 200 mil ke arah laut terbuka. "Tanpa peluru, kita bisa menguasai laut kita," ujar Indroyono.

Baca Selanjutnya: Karena letak Indonesia berada di...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami