Pengeluaran untuk Produk Halal Capai USD2,4 Triliun di 2024

Pengeluaran untuk Produk Halal Capai USD2,4 Triliun di 2024
Wapres Maruf Amin. ©2020 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra
EKONOMI | 27 Oktober 2021 22:52 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, jumlah masyarakat muslim dunia berpotensi terus meningkat dengan pengeluaran mereka untuk produk halal bisa mencapai USD2,4 triliun pada 2024. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy pada 2019 jumlah masyarakat muslim dunia mencapai 1,9 miliar orang dengan total pengeluaran mereka untuk produk halal mencapai USD2,02 triliun.

"Potensi ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia dengan mengambil peran sebagai produsen produk halal dunia melalui peningkatan ekspor produk halal guna memenuhi permintaan produk halal global. Posisi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di tataran global saat ini cukup menggembirakan dan mendapat apresiasi dunia," kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam acara pembukaan Indonesia Sharia Economics Festival (ISEF) 2021 yang dipantau di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (27/10).

Berdasarkan laporan State of The Global Islamic Economy 2021, indikator ekonomi syariah Indonesia terus membaik dan pada 2020 Indonesia berhasil menduduki peringkat keempat dunia di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. "Laporan ini merupakan referensi penting bagi negara-negara dunia khususnya anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah ke depan," imbuhnya.

Indikator yang menjadi penilaian lembaga tersebut antara lain keuangan syariah, pariwisata ramah muslim, industri fesyen muslim, obat-obatan halal, kosmetik halal, dan produk makanan halal.

Dari indikator-indikator ekonomi syariah tersebut, posisi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia rata-rata masuk dalam peringkat 10 besar dan dua di antaranya berhasil masuk peringkat lima besar dunia, yaitu makanan dan minuman halal serta fesyen atau pakaian muslim.

"Melihat capaian prestasi tersebut bukan hal yang tidak mungkin dan sangat berpeluang bahwa Indonesia menjadi negara nomor satu dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dan menjadi lead pada sektor industri halal di masa yang akan datang," ucapnya.

Menurutnya, peluang Indonesia tersebut didukung oleh potensi yang dimiliki dan keberhasilan yang dicapai. Dia mencatat pangsa pasar keuangan syariah Indonesia per Desember 2020 telah mencapai 9,89 persen yang menandakan peningkatan.

"Ini diharapkan dapat terus meningkat untuk mengejar negara besar lain yang punya market share ekonomi syariah lebih dari 10 persen," ucapnya.

Di samping pangsa pasar keuangan syariah yang besar, Indonesia juga telah menetapkan perizinan tiga kawasan industri halal yaitu Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Banten, Halal Industrial Park di Sidoarjo, Jawa Timur, dan KIH Bintan Inti Halal Hub.

"Indonesia juga memiliki pangsa pasar yang cukup besar dibandingkan negara-negara dunia atau capai 17 persen dari total konsumsi makan dan minuman halal dunia," katanya.

Ma'ruf menambahkan bahwa industri halal di Indonesia juga berpotensi terus berkembang karena konsep ekonomi dan keuangan syariah bersifat inklusif. Ekonomi dan keuangan syariah bahkan telah menjadi gaya dan pilihan hidup masyarakat nasional dan global. (mdk/azz)

Baca juga:
Ma'ruf Amin: Indonesia Harus Kerja Keras Merebut Pasar Global Industri Halal
Wapres: Global Halal Value Chain Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi
Kosmetik dan Obat-obatan Wajib Kantongi Sertifikat Halal, Ini Tanggapan Pengusaha
Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Manfaatkan Pasar Produk Halal Dunia
Kewajiban Sertifikasi Produk Halal Dimulai, Kemenag Sasar 65 Juta Pelaku Usaha
Obat, Kosmetik, dan Barang Gunaan Wajib Kantongi Sertifikat Halal Mulai Hari Ini

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami