Pengembang tak mampu penuhi permintaan rumah yang makin tinggi

Pengembang tak mampu penuhi permintaan rumah yang makin tinggi
perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro
EKONOMI | 22 Januari 2013 18:03 Reporter : Novita Intan Sari

Merdeka.com - Berdasarkan data badan Pusat Statistik (BPS) kebutuhan rumah di Indonesia terus meningkat. Tercatat, pada tahun 2010 perumahan mengalami kekurangan hingga mencapai 13,6 juta dengan kebutuhan mencapai 800 unit per tahun.

Angka ini ditaksir mengalami peningkatan 2 juta unit pada tahun ini. Tingginya kebutuhan dan permintaan rumah diyakini sulit dipenuhi oleh pengembang.

"Permintaan (demand) untuk properti sektor residensial masih sangat tinggi. Sementara pengembang tidak mampu menyuplai. Per tahun kebutuhan rumah naik 5-10 persen. Ini seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun," ujar Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) Nanda Widya saat paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (22/1).

Dia melihat, prospek properti di Indonesia pada tahun ini masih cukup positif. Terlebih, harga properti dan tanah di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan negara tetangga, seperti Singapura dan Australia.

"Harga tanah rata-rata saat ini tumbuh 20-30 persen. Kecuali pada kawasan-kawasan tertentu di Jakarta, yang memang nilainya sudah mahal, seperti di Puri Indah, Jakarta Barat, yang tanahnya sudah mencapai Rp23-25 juta per m2," jelasnya.

Metropolitan Land memiliki proyek residensial yang dikembangkan di kawasan Puri, yakni Metland Puri. Proyek ini menyasar segmen menengah ke atas dengan harga jual untuk secondary market saat ini berkisar Rp 5-6,5 juta per m2.

Rencananya, Metland Puri mulai melakukan pra penjualan (pre sale) pada kuartal III-2013. "Kami masih memfokuskan pengembangan proyek terbesar pada sektor residensial, di samping proyek properti komersial, seperti mal dan hotel. Sebab, kontribusi pendapatan terbesar kami dari sektor residensial dengan porsi 56 persen," kata dia.

Metland memasang target pra penjualan atau marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,1 triliun. Dengan porsi penjualan terbesar bersumber dari sektor properti residensial (landed house), sekira Rp 729 miliar.

(mdk/noe)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami