Pengembangan Blok Masela Terhambat Pembebasan Lahan dan Insentif

UANG | 8 April 2019 15:37 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim menegaskan bahwa pengembangan proyek Blok Masela tetap dilakukan di darat alias onshore. Namun masih ada beberapa hal yang menghambat pengembangan proyek yang terletak di Laut Arafura, Papua tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, setelah pilpres usai, dirinya akan bertemu dengan Chairman Shell.

"Masela nggak ada masalah. Tetap di onshore. Nanti si Chairman Sheel ke Indonesia akan ke Indonesia. Dia akan ketemu saya," kata dia di Kantornya, Jakarta, Senin (8/4).

Deputi Kemenko Maritim bidang Infrastruktur, Ridwan Djamaluddin mengatakan saat ini terdapat dua isu yang menjadi bahan diskusi dan belum menemukan titik temu, yakni terkait lahan dan insentif.

"Kami adakan pertemuan dengan SKK Migas intinya kegiatan di darat tetap dilakukan. Yang masih diskusi antara kedua belah pihak pembebasan lahan 1.400 hektar sudah diproses di KLHK. Yang perlu dilakukan pemerintah adalah mempercepat proses dari 3-4 tahun menjadi 1-2 tahun," jelas Ridwan.

Sementara mengenai insentif, kata Ridwan, pembahasan terutama terkait dengan pembagian split dalam skema bagi hasil gross split. "Yang kedua permintaan usul tambahan Insentif dan split," imbuhnya.

Ridwan mengatakan apabila dua isu tersebut bisa dibereskan maka proposal pengembangan atau plan of development (POD) akan bisa disepakati. "Diharapkan kalau semua berjalan lancar, POD akan segera dapat disepakati," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
SKK Migas Sebut Ada Investor Tertarik Ikut Garap Blok Masela
SKK Migas Masih Negosiasi Terkait Nilai Investasi Blok Masela
SKK Migas Sebut Blok Masela Memasuki Kajian Teknik
Belum ada kesepakatan harga, SKK Migas belum tentukan off taker gas Blok Masela
Arcandra sebut Blok Masela dan Natuna bakal penuhi kebutuhan gas nasional
Pemerintah targetkan dapat off taker gas Blok Masela dalam 3 bulan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.