Pengembangan pesawat N219 buatan anak negeri telan Rp 1 triliun

UANG | 16 Agustus 2017 14:12 Reporter : Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan, biaya pengembangan pesawat N219 sampai resmi diuji terbangkan menghabiskan biaya investasi sebanyak Rp 827 miliar. Setelah diuji coba, serangkaian test juga harus dilakukan pesawat ini untuk bisa mendapatkan sertifikasi kelaikan udara.

Budi menyebutkan, pihaknya masih membutuhkan Rp 200 miliar lagi untuk mendapatkan sertifikasi kelaikan tersebut. "Total sudah Rp 827 miliar, ya kalau diperkirakan bisa mencapai Rp 1 triliun karena untuk mendapatkan sertifikasi tadi kan," kata Budi dalam jumpa pers uji terbang N219 di Kantor PT DI Bandung, Rabu (16/8).

Dari Rp 827 miliar yang sudah dikeluarkan, LAPAN menggelontorkan sekitar Rp 500 miliar. Sedangkan sisanya dari PT DI selaku pihak pemroduksi.

Menurut Kepala LAPAN Thomas Djamaludin pendanaan N219 tersebut sebenarnya memang sudah lama tercetus atau sejak 2006 lalu. Namun, mulai adanya percepatan untuk segera memproduksi baru tiga tahun ke belakang.

"Tahun 2011 ketika LAPAN membentuk pusat penerbangan mulai memikirkan pembiayaan. Barulah 2014 sampai 2017 mendapatkan anggaran. Mulai dibuatkan dan ditetapkan. 2014 -2017 itu akhirnya kita dapatkan Rp 523 miliar. ‎Ini tidak seluruhnya dari LAPAN. Ada juga dari PT DI yang investasi," jelasnya di tempat sama.

Sebelum uji terbang, purwarupa pesawat pertama N219 sudah melakukan serangkaian pengujian dimulai dari wing static test, landing gear drop test functional test pertama medium speed taxi dan pada 9 Agustus 2017, purwarupa pesawat N219 menjalani high taxi dan hopping yaitu pengujian berjalan dengan kecepatan tinggi di landasan dan mengangkat roda depan, dan kemudian mendarat lagi.

Pasca ujicoba terbang, ‎pesawat pertama N219 masih harus melalui tahap fatigue fight test dan fight test certification yang 3000 cycle dan 300 Flight Hours untuk mendapatkan Type Certificate di 2018.

Type certificate adalah sertifikasi kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat. Sertifikat ini dikeluarkan oleh badan pengatur dalam hal ini yang berwenang di wilayah Indonesia adalah Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan.

Selanjutnya dimulailah tahapan serial production, sehingga pada 2019 nanti purwarupa pesawat pertama N219 sudah siap dan laik untuk memasuki pasar, dengan prioritas memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan harga yang kompetitif. (mdk/bim)

Kesan Kapten Esther, pilot pertama terbangkan pesawat N219

N219 sukses terbang, bos PT DI jadikan sebagai kado HUT RI ke-72

Hari ini, pesawat N219 karya PTDI terbang perdana

Kapten Esther, srikandi bernyali di atas burung besi

Mengenal pesawat N219, produk asli karya anak bangsa

Ini interior dan eksterior pesawat N219 buatan anak bangsa

Pesawat N219 kabarnya sudah ditaksir beberapa negara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.