Pengemudi Ojek Online Diminta Tak Terprovokasi Penolakan Go-Jek di Malaysia

Pengemudi Ojek Online Diminta Tak Terprovokasi Penolakan Go-Jek di Malaysia
Gojek. ©2015 merdeka.com/imam buhori
UANG | 29 Agustus 2019 21:07 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengimbau agar pengemudi ojek online tidak terprovokasi oleh video penolakan Gojek di Malaysia yang sempat viral beberapa hari lalu. Sebab, hal ini akan berdampak pada hubungan diplomasi antara Malaysia dan Indonesia.

"Kalau sudah ada permintaan maaf, jangan lakukan demo karena ini bukan persoalan antar bangsa, nanti dia (pihak Malaysia) akan marah juga kalau unjuk rasa tidak bisa mengendalikan, yang rugi hubungan diplomatik dengan Malaysia karena kita bertetangga satu rumpun," kata Budi dikutip Antara, Kamis (29/8).

Menurutnya, penolakan tersebut dipicu karena persaingan bisnis bukan karena soal sosial budaya. Gojek merupakan perusahaan Decacorn kebanggaan bangsa yang sudah membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat Indonesia.

"Karena bisnis ini jangan dikaitkan ke sosial ekonomi. Mungkin ada cara lebih baik lagi jangan emosional. Ojek maupun taksi daring bisa menjadi tumpuan ekonomi kita seperti apa yang disampaikan Pak Menteri," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam video viral yang membuat gelombang kemarahan di Indonesia, Pendiri perusahaan taksi Malaysia, Big Blue Taxi Datuk Shamsubahrin mengatakan bahwa Malaysia adalah negara yang kaya, di mana para pemuda tidak miskin seperti rekan-rekan mereka di Indonesia.

Komentar kontroversial itu merupakan salah satu bentuk penolakannya terhadap kehadiran perusahaan transportasi asal Tanah Air di Negeri Jiran tersebut.

"Jika di Indonesia anak muda mereka baik, mereka tidak akan pergi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan. Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta, Thailand, India, Kamboja," ucap Shamsubahrin dalam klip video yang sekarang viral.

Meski demikian, dia secara terbuka meminta maaf kepada orang Indonesia karena menyebut mereka miskin, serta memicu kemarahan pengemudi Gojek di Indonesia. Dia menjustifikasi pernyataan awalnya, mengatakan bahwa ia hanya mendasarkan pernyataannya setelah membaca laporan berita tentang keadaan ekonomi Indonesia.

Namun, usai meminta maaf, Ismail mengatakan, "Indonesia ada di hati saya, rakyat Indonesia ada di hati saya," demikian seperti dikutip dari Malaymail, Rabu (28/8). (mdk/azz)

Baca juga:
Grab dan Gojek Dukung Penyesuaian Tarif Ojek Online
Respons Pemerintah Saat Bos Big Blue Taxi Malaysia Hina RI Karena Kehadiran GO-JEK
Pekan Depan, Penyesuaian Tarif Ojol Bakal Berlaku di Seluruh Indonesia
Pengusaha: Banyak Pekerja Kapal Akhirnya Pilih Jadi Ojek Online
10 Bulan Buron, Otak Perampokan dan Pembunuhan Pengemudi Grab Ditangkap
Lalu Lintas di Stasiun Semrawut, Pemprov DKI Kaji Lahan Parkir Khusus Ojek Online

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami