Pengemudi Ojek Online Khawatir Sulit Bekerja Pasca Kasus Bom Bunuh Diri di Medan

UANG | 13 November 2019 16:21 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia mengkhawatirkan kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan oleh terduga pelaku yang mengenakan atribut ojek online dapat membatasi gerak dan akses driver ojek online seluruh Indonesia di tempat-tempat umum maupun perkantoran.

"Teman-teman driver ojek online resah karena nantinya akses dan gerak mereka dibatasi, khususnya ketika datang ke pusat-pusat perbelanjaan atau perkantoran di mana ojek online membeli orderan makanan atau mengantarkan kiriman barang ke perkantoran dan tempat-tempat umum," ujar Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, Igun Wicaksono, dikutip Antara, Rabu (13/11).

Dia menambahkan, dengan adanya peristiwa terorisme bom bunuh diri di Polrestabes Medan yang mana terduganya mengenakan atribut ojek online, dikhawatirkan menimbulkan stigma negatif masyarakat terhadap driver ojek online.

Garda Indonesia sendiri turut merasa resah dan berharap jangan sampai ada pembatasan terhadap driver ojek online ke depannya.

"Kita menyarankan kepada teman-teman untuk bersikap tenang, jangan terlalu diresahkan dan serahkan semua hal ini kepada pihak yang berwajib karena kita tidak mengetahui apakah terduga merupakan ojek online atau bukan," imbuhnya.

Menurut Igun, sebetulnya pihak perusahaan aplikator sendiri telah melakukan seleksi dan perekrutan yang sangat ketat terhadap driver ojek online. Handphone driver ojek online sendiri selain sebagai alat komunikasi dan pemesanan, juga berperan sebagai alat identitas bagi driver itu sendiri.

Dari aplikasinya sendiri, perusahaan sudah bisa mengawasi dan mengetahui posisi driver ojek online melalui GPS.

1 dari 1 halaman

Kronologi

Kronologi kejadian terjadi pada hari Rabu, sekitar pukul 08.20 WIB pelaku masuk dari pintu depan penjagaan berjalan kaki dan ditanya oleh petugas jagaan yang bernama Bripda Kristian Simanjuntak.

Selanjutnya Bripda Kristian pelaku disuru membuka jaket bertulisan gojek dan pelaku mengaku akan membuat SKCK dan selanjutnya pelaku berjalan menuju ke dalam halaman.

"Pelaku berjalan menuju kearah depan kantor Bag Ops sampai di depan mobil dinas Kabag Ops pelaku langsung meledakkan dirinya," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal kepada wartawan. (mdk/azz)

Baca juga:
Bom Bunuh Diri di Medan, Menag Sebut Program Deradikalisasi Tetap Dilanjutkan
Polri Klaim Situasi Medan Kondusif Usai Bom Bunuh Diri di Polrestabes
Moeldoko Sebut Bom di Medan Bukan Kecolongan, Tapi Bukti Kita Perlu Waspada
Ketua MPR: Kejadian di Medan PR Bangsa Pastikan Ideologi Berbasis Pancasila
VIDEO: Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan di Mata Tetangga
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Aktif Gunakan Media Sosial