Pengusaha Ingin Jokowi Buat Kementerian Tekstil

Pengusaha Ingin Jokowi Buat Kementerian Tekstil
UANG | 10 Oktober 2019 12:54 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Demi memenangkan persaingan di tingkat global, para pengusaha tekstil di Tanah Air harus siap bekerjasama dengan organisasi maupun perusahaan lain serta dukungan pemerintah.

Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah, Lilik Setiawan mengatakan, sudah saatnya produsen tekstil berkolaborasi, bergandengan tangan. Baik secara organisasi maupun perusahaan di bawah API maupun sebagai 'stakeholder' dari negara agar bisa memenangkan persaingan di tingkat global.

"Untuk bisa memperkuat nilai tawar Indonesia sebagai negara produsen tekstil, minimal pemerintah melalui kementerian terkait bisa membentuk Dirjen khusus Pertekstilan," ujar Lilik di Solo, Kamis (10/10).

Bahkan, dikatakannya, pihaknya menginginkan adanya Kementerian Tekstil.

"Sekarang ini cuma Kasubdit, bagaimana bisa berunding dengan kementerian yang lain. Mungkin yang punya perjanjian kerja sama dengan negara lain Kementerian Perdagangan atau Kementerian Pertanian. Bahkan, kami sebenarnya ingin ada Kementerian Tekstil," katanya.

Tak hanya itu, Lilik menyampaikan, perlu adanya "safeguard" atau tindakan pengamanan dalam perdagangan internasional. Hal tersebut penting, untuk menjaga produk dalam negeri. Apalagi saat ini impor mulai kencang dan tidak sehat.

"Safeguard' ini satu hal yang sangat baik, juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada WTO (World Trade Organization). Karena dengan adanya 'safeguard' ini pasti banyak negara lain yang tidak suka," jelasnya.

Jika itu bisa dipenuhi, maka akan lebih baik bagi produksi maupun pasar dalam negeri. Karena produk asal Indonesia bisa berputar di pasar sendiri.

Baca Selanjutnya: Waspada Kondisi Ekonomi...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami