Pengusaha Keluhkan Implementasi Stimulus Ekonomi Berjalan Lambat

Pengusaha Keluhkan Implementasi Stimulus Ekonomi Berjalan Lambat
UANG | 2 Juli 2020 18:03 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan Roeslani menilai pemberian stimulus ekonomi bagi dunia usaha berjalan lambat. Padahal, stimulus ekonomi sangat dibutuhkan para pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kita lihat agak lambat dalam implementasinya dan kami mencoba mencari masukan dan kita akan tindaklanjuti," kata Roslan usai memenuhi undangan OJK di Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

Dalam rapat tersebut, penjelasan yang diberikan Ketua OJK Wimboh Santoso sesuai dengan prediksinya. Dunia usaha mengalami tekanan yang besar dan 50 persen di antaranya mengajukan restrukturisasi.

"Kita lihat yang minta restrukturisasi sudah 50 persen, sudah Rp500 triliun yang minta restrukturisasi," kata dia.

Roslan menjelaskan total permohonan restrukturisasi ke perbankan sudah berada di level Rp1.350 triliun. Sebanyak 50 persen atau sekitar Rp650 triliun dari jumlah tersebut sudah diberikan restrukturisasi.

Lambatnya implementasi stimulus ekonomi bisa menyebabkan peningkatan loan mencapai 40-45 persen dari yang ada saat ini pada akhir tahun. "Kalau tidak ada langkah-langkah konkret bisa berkembang sampai di level 40 sampai 45 persen." kata dia.

Baca Selanjutnya: Restrukturisasi Capai Rp1200 Triliun...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami