Pengusaha Minta Pemerintah Atur Dominasi Pertamina Dalam Penyediaan Avtur

UANG | 11 Februari 2019 17:15 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat membuat okupansi hotel berbintang menurun pada awal tahun ini. Dia pun meminta pemerintah agar mencari solusi agar harga tiket turun, salah satunya membuka dominasi Pertamina dalam rangka penyediaan avtur.

"Kita mengharapkan pemerintah untuk membuka dominasi Pertamina. Pertamina tidak boleh memonopoli penjualan avtur. Harus ada perusahaan lain yang menjual avtur," kata Hariyadi di Grand Sahid, Jakarta, Selasa (11/2).

Hariyadi mengatakan, akibat dominasi Pertamina, maskapai harus mengeluarkan biaya lebih karena tidak punya pilihan lain. Penjualan avtur di dalam negeri juga harus dikondisikan dengan bagaimana perusahaan internasional lain menjual avtur. Di mana, maskapai luar tidak mengenakan tambahan pajak pertambahan nilai (PPn) dalam menjual avtur.

"Karena kalau dikenakan PPn kan masakapai penerbangannya berat, akhirnya kan balik lagi masalah mereka tidak bisa menutup operasional. Mereka mulai aneh-aneh idenya, bagasi berbayar dan sebagainya," jelasnya.

Dari industri penerbangannya, PHRI menilai adanya monopoli harga tiket pesawat oleh dua maskapai domestik. Mengingat saat ini, industri penerbangan domestik dikuasai oleh Lion Group, serta Garuda Indonesia yang kini telah mengakuisisi Sriwijaya Air Group.

"Dari sisi penerbangan, kami melihat tendesinya adalah kartel, karena tersisa dua penerbangan nasional," jelasnya.

Baca juga:
Kementerian ESDM Tunggu Laporan Harga Avtur Terbaru dari Pertamina
Sandiaga Soal Harga Pertamax Cs Turun: Alhamdulillah Keputusan yang Tepat
Suasana SPBU di Jakarta Usai Penurunan Harga BBM
Melihat Sungai Kenawang Gas Plant, Salah Satu Fasilitas Produksi di WK Jambi Merang
Pertamina Kembali Turunkan Harga BBM, Pertamax jadi Rp 9.850 per Liter

(mdk/azz)