Pengusaha Nilai Dampak Perang Rusia-Ukraina Lebih Aman Dibanding Pandemi, Benarkah?

Pengusaha Nilai Dampak Perang Rusia-Ukraina Lebih Aman Dibanding Pandemi, Benarkah?
Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani. Hana Adi Perdana©2016 Merdeka.com
EKONOMI | 4 Juli 2022 16:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani menilai, situasi geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina cenderung masih lebih aman ketimbang pandemi Covid-19 yang sudah dilalui.

Hariyadi pun optimistis, laju inflasi Indonesia masih sangat dapat terkendali. Sehingga ekonomi dapat tumbuh positif dengan peran pengusaha dan pemerintah.

"Namun demikian, kalau kita melihat perkembangan inflasi dari waktu ke waktu, relatif inflasi Indonesia masih terkendali. Ini juga tidak lepas dari program-program subsidi yang dilakukan pemerintah," ujarnya dalam sesi wawancara bersama Antara, Senin (4/7).

Untuk angka inflasi, Kementerian Keuangan sendiri memperkirakan itu bisa mencapai 4,5 persen pada 2022 ini.

Namun, Hariyadi mengatakan, dibanding 2021 lalu, pemerintah cenderung lebih dapat mengatasi dampaknya. Sehingga imbas terhadap pertumbuhan ekonomi dapat disubstitusi.

Sama halnya dengan dampak kondisi geopolitik, yang menurutnya masih dapat diatasi pemerintah. Pasalnya, kegiatan di tengah masyarakat bisa lebih hidup meski terjadi kenaikan harga.

Adapun salah satu langkah yang bisa diambil Indonesia dalam menghadapi kondisi geopolitik, Hariyadi menyatakan, yakni menyiapkan substitusi harga yang mengalami kenaikan maupun kelangkaan akibat Rusia dan Ukraina.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Jawaban Dirut PLN soal Kenaikan Tarif Listrik Bakal Dongkrak Inflasi
Sri Mulyani: Hati-Hati Inflasi Bisa Gerus Konsumsi Rumah Tangga
Indonesia Waspada Dampak Resesi Ekonomi Amerika
Tarif Listrik Naik, BPS Proyeksi Inflasi Juli Berpotensi Meningkat
Tertinggi dalam 5 Tahun, Inflasi Juni 2022 Capai 4,35 Persen
Biaya Hidup Kian Meningkat, Malaysia Kobarkan Jihad Melawan Inflasi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini