Pengusaha soal Pembentukan Dewan Moneter: Lebih Mendesak Masalah Pemulihan Ekonomi

Pengusaha soal Pembentukan Dewan Moneter: Lebih Mendesak Masalah Pemulihan Ekonomi
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori
EKONOMI | 3 September 2020 18:43 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sutrisno Iwantono menilai rencana pembentukan Dewan Moneter belum tepat saat ini. Sebab, persoalan penting dihadapi saat ini adalah mengatasi masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Yang jelas menurut saya, kita kan sedang mengalami kesulitan ekonomi. Sebaiknya jangan dikejutkan dan diganggu dengan hal-hal yang sebenarnya masih perlu dipertanyakan urgensinya," kata Iwantono di Jakarta, Kamis, (3/9).

Iwantono mengaku belum mengetahui secara pasti arah dari rencana pembentukan Dewan Moneter ini. Namun, dia khawatir wacana tersebut akan mengganggu kinerja pihak-pihak yang sekarang ini masih berupaya mengatasi soal ekonomi akibat pandemi Covid-19. "Apakah memang saat ini tepat untuk melakukan perombakan semacam itu," katanya.

Dia mengatakan, persoalan mendesak adalah pemulihan ekonomi, yaitu bagaimana Indonesia keluar dari situasi resesi.

Iwantono mengatakan, saat ini pengusaha dan masyarakat sangat sulit untuk bertahan dari situasi ekonomi, apalagi untuk pemulihan. Dia juga mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif lagi pada kuartal ketiga.

Untuk itu, dia meminta pemerintah jangan membuat orang tidak nyaman untuk bekerja. "Kedua segera selesaikan realisasi APBN dan stimulus ekonomi yang penyerapan masih rendah,"

2 dari 2 halaman

Apresiasi Program Pemerintah

pemerintah rev2

Dia mengatakan, sebenarnya langkah pemerintah terakhir sudah bagus seperti bantuan presiden produktif untuk usaha mikro sebesar Rp2,4 juta per pengusaha.

Selain itu bantuan langsung tunai untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta diberikan Rp 2,4 juta per pekerja, penurunan tarif listrik, serta pulsa gratis untuk pelajar dan mahasiswa. "Program ini penting untuk meningkatkan daya beli masyarakat," katanya.

(mdk/idr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami